Menteri Sosial Dukung Kebijakan Moratorium Pengiriman TKI PRT

JAKARTA – Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh upaya penghentian pengiriman tenaga kerja indonesia (TKI) khususnya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri.

“Menurut saya bagus, seyogyanya kalau TKI Rumah Tangga dihentikan. Kita gantikan dengan tenaga kerja formal,” katanya di Jakarta, Kamis.

Menteri Sosial menegaskan, PRT masuk dalam kategori pekerja informal sehingga jaminan perlindungan dan kesejahteraannya dipastikan kurang baik dibanding sektor lain. Mereka juga rawan mengalami eksploitasi dan pelecehan. Untuk meningkatkan maksimalisasi perlindungan WNI, sudah seharusnya yang dikirim pekerja sektor formal.

“Berapa banyak yang membutuhkan perawat, berapa banyak kebutuhan tukang las seperti di Korea Selatan. Apakah BLK atau SMK kita itu mampu menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar,” tanyanya.

Karena itulah perlu pemetaan tenaga kerja di lini paling bawah sehingga antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja bisa bisa terpenuhi.

Khusus untuk Kementerian Sosial, Khofifah menjelaskan pihaknya telah mensiapkan skema Usaha Ekonomi Produktif untuk 70 ribu unit yang masing-masing orang mendapatkan dana 3 juta rupiah.

“Saya juga menyampaikan kepada para eks-TKI bermasalah, sampaikan salam saya kepada dinas sosial setempat. Masukkan nama anda untuk bisa mendapatkan program ini. Satu orang dapat tiga juta langsung ke rekening mereka,” tandasnya.

Bersama dengan 14 perguruan tinggi, Kementerian Sosial juga akan memberikan pendampingan dan penguatan bagi desa-desa tertinggal dan mandiri agar mereka bisa membangun desanya, sesuai dengan program pemerintah “membangun dari pinggiran dan dari desa.” Kerjasama ini dilakukan karena kalangan PT telah memiliki program KKN ke desa-desa

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: