Motivasi Jadi Banser, Karena Ingin Dekat dengan Ulama

Karanganyar,
Sekitar 60 pemuda mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan yang merupakan gerbang awal untuk menjadi kader Banser ini diadakan di Balai Desa Kebak Kecamatan Jumantono, Jum’at-Ahad (23-25/10).

Loso, 37 tahun salah satu peserta Diklatsar kepada , Ahad (25/10) mengungkapkan, bahwa dirinya mengikuti kegiatan Diklatsar karena termotivasi untuk membangun NU yang ada di desanya menjadi lebih berwibawa.

“Saya mengkuti Diklatsar, selain untuk menambah wawasan tentang kebanseran, tapi juga ingin NU yang ada di desa berwibawa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, setelah mengikuti dikaltsar dan resmi menjadi Banser, ia akan mengajak teman-teman di desanya untuk gabung dengan banser 

“Setelah saya mengikuti diklatsar saya akan mengajak teman-teman di desa saya untuk bergabung dengan Banser, agar  mengawal tradisi Islam NU dan menjaga NKRI,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ariyanto, 27 tahun yang juga peserta dikaltsar, bahwa dirinya belum merasa puas ber-NU, kalau belum jadi banser.

Selain itu, ia juga termotivasi untuk menjadi banser, karena banser selalu dekat dengan ulama dan kiai. “Kalau jadi banser itu selalu dekat dengan kiai, semoga saja dapat keberkahan kiai,” ucapnya. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: