Mubes Muda NU Capai Ribuan Pendaftar, Biaya Hasil Patungan

Jombang, Sebanyak 2000 kaum muda NU bakal menghadiri Musyawarah Besar Kaum Muda NU yang digelar di sela-sela pelaksanaan Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur. Hingga Senin (27/7) kemarin, peserta yang telah mendaftar sudah mencapai 1400 orang.
Mubes Muda NU Capai Ribuan Pendaftar, Biaya Hasil Patungan

Sholahul Am Notobuwono, salah satu penanggung jawab kegiatan Mubes NU Muda, mengatakan bahwa banyak kaum muda yang akan hadir di acara Musyawarah Kaum Muda NU 2015 yang digelar selama pada 2-3 Agustus mendatang.

“Sampai malam ini yang mendaftar sudah mencapai 1400 orang. Diperkirakan hingga digelarnya kegiatan, peserta mencapai 2000 kaum muda,” ujarnya saat ditemui di sela-sela koordinasi pengamanan di kediamannya, Senin (27/7) malam.

Karena membludaknya peserta, kegiatan yang awalnya bakal digelar di Stikes Annajiah Bahrul Ulum terpaksa dipindah ke Universitas Wahab Hasbullah, sekitar 300 meter dari lokasi awal. “Karena peserta membludak terpaksa kita pindah ke Unwaha. Sekarang sedang memasang terop di sana,” tandasnya.

Untuk kegiatan Mubes NU Muda ini, seluruh akomodasi dan konsumsi peserta ditanggung oleh peserta sendiri. Mereka “urunan” untuk pelaksanaan kegiatannya sendiri. “Semua biaya ditanggung peserta sendiri, bantingan atau urunan. Ada yang membawa beras, ada yang membawa minyak goreng dan juga air mineral,” ujarnya.

Budaya urunan, lanjut Sholahul, sengaja digalakkan kembali agar kaum muda ikut merasakan perjuangannya di NU. Karena para ulama terdahulu menggerakkan NU dengan biaya sendiri. “Para ulama tidak mencari hidup di NU tetapi mereka menghidupi NU. Dan ini memang kesepakatan temen-temen sendiri,” imbuh mantan Ketua PC GP Ansor ini.

Dalam Mubes Kaum Muda NU ini salah satunya akan ditemukan tiga generasi NU untuk menyongsong 1 abad NU ke depan. Karenanya kegiatan ini akan juga diisi oleh ulama-ulama sepuh. “Insyaallah KH Maimun Zubair juga akan mengisi kegiatan ini, ” ungkap Sholahul.

Seperti diketahui Mubes NU Muda ini akan membincangkan Urgensi Jejaring Kaum Muda NU Menghadapi Problem Keagamaan dan Keamasyarakatan dalam Konteks Lokal, Nasional, dan Global. Narasumber yang bakal hadir antara lain  Lukman Hakim Saifudin (Menteri Agama RI), Alissa Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian), Saiful Hadi (Direktur Utama LKBN Antara), dan Dr. Imam Nashiruddin (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia).

Untuk hari kedua, yakni  tentang Peran Keagamaan NU: Islam Aswaja dan Persaingan Ideologi Dunia, dengan rincian acara Focus group discussion (FGD) A1 “Kontekstualisasi Islam Aswaja, sebagai Manhajul Fikr Menghadapi Persoalan Bangsa/Global” (Feat: JNY, Aswaja Center, PPM Aswaja, dkk); FGD A2: Revitalisasi “Pendidikan Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan dan Institusi Sosial” (Feat: GN Ayo Mondok, FKGMP, RMI, PK Pontren Kemenag, dkk), FGD A3 “Strategi Budaya dan Dakwah NU di Era Media Baru” (Feat: Syafiq Pontoh, Ainun Chomsun, Savic Ali, dan Ainun Najib). (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: