Muktamar NU 33 Di Jombang Mulai Disosialisasikan

Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama yang rencananya digelar 1-5 Agustus mendatang mulai disosialisasikan kepada warga Nahdliyin di kota santri, Jombang. Kepastian perhelatan akbar ini disampaikan langsung Ketua Pengurus Besar NU (PBNU) Syaifullah Yusuf bersama Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah.

Alhamdulillah Jawa Timur khususnya Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-33 bulan agustus mendatang. Saya berharap masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik, menerima tamu-tamu dari seluruh Indonesia bahkan kalangan internasional,” ujar Syaifullah Yusuf saat menghadiri tasyakuran Peringatan Maulid Nabi dan Bazar Makanan Gratis oleh Pemkab Jombang, Ahad (25/1), di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang.

Wakil gubernur Jawa Timur itu kembali menyampaikan pengumuman serupa di hadapan ribuan jamaah NU yang menghadiri Musyawarah Kerja Cabang ke III di Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang.

“Kota santri ini akan menjadi ‘kota internasional’, atau international city, karena dalam Muktamar NU di sini (Jombang), dan menjadi perhatian seluruh Indonesia, bahkan kalangan Internasional,” tutur pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Muktamar NU, lanjut Gus Ipul, media-media asing dan para peniliti luar negeri juga dipastikan bakal menghadiri Muktamar. “Sebab banyak peneliti asing yang fokus terhadap isu-isu NU. Pemikiran-pemikiran para pendiri NU juga terus dikaji oleh para cendekiawan asing. Karena nanti Muktamar digelar di tempat para pendiri NU dimakamkan, pasti peneliti-peneliti asing itu akan semakin tertarik datang langsung,” paparnya.

Sekarang ini, kata pria yang didaulat sebagai wakil ketua muktamar pusat dan ketua panitia lokal Jatim itu, Islam yang dibawa NU semakin diterima dikancah internasional. “NU dianggap sebagai Islam yang paling pas untuk menolak radikalisme dan terorisme. Itulah sebabnya dunia internasional sangat menaruh perhatian terhadap NU,” jelasnya.

Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah yang hadir bersama Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar menuturkan bahwa dalam Muktamar akan ada sejarah baru yang tercipta. Yakni pemilihan Rais Aam tidak dilakukan dengan pemilihan melainkan dengan mekanisme ahlul hall wal aqdi.

“Sesuai keputusan Munas (Musyawarah Nasional) dan Konbes (Konferensi Besar), pemilihan Rais Aam nanti tidak hanya mengacu jumlah suara, tetapi juga keulamaan. Sejarah baru ini akan tercipta di Jombang, di kota tempat disemayamkannya para pendiri NU. Jadi Jombang ini memang luar biasa,” paparnya.

Bupati Nyono Suharli menyatakan kesiapannya mendukung kesuksesan pelaksanaan Muktamar di Jombang. “Tigaratus enam desa di Jombang semuanya sudah memiliki MSD (mobil siaga desa) itu nanti bisa digunakan untuk mendukung kelancaran Muktamar,” ujarnya.

Menanggapi tawaran kesiapan ini, KH Mutawakkil menyambut baik. Apalagi jika mereka ingin menikmati wisata religi di Jombang dan mengunjungi empat pesantren besar di Jombang yang menjadi lokasi Muktamar. Setiap kontingen pasti membutuhkan akomodasi.

“Kita berharap nanti semua peserta Muktamar bisa ziarah ke makam para pendiri NU. Iya selama ini memang kirim doa, tapi kirim doa itu ibarat kirim surat, sedangkan ziarah itu sowan langsung. Jadi masih lebih baik sowan. Selagi di Jombang, harus dimanfaatkan,” pungkas Kiai Mutawakkil seraya mengatakan, Muktamar nanti diikuti utusan dari PBNU, 34 PWNU, dan 457 PCNU dan PCINU.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: