Munas Ketiga NU Fokus Pada Isu Ahlul Halli wal Aqdi di Awal Juni

Jakarta, NU Online
Sekretariat PBNU tengah mempersiapkan surat undangan yang akan diedarkan kepada pengurus syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia. Pada Munas NU kali ini, peserta forum secara khusus menaruh perhatian pada penerapan Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang dan muktamar NU selanjutnya.

“Kita sudah siapkan lokasi Munas NU di Sentul, Bogor,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz di hadapan peserta rapat pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta, Rabu (27/5) sore. 

Forum rapat ini kemudian menyepakati waktu Munas NU pada Ahad-Senin, 7-8 Juni 2015.

“Munas ketiga kalinya dalam kepengurusan PBNU periode ini berbarengan dengan Rakornas dan peringatan Harlah PP GP Ansor. Munas tanpa Konbes NU ini sudah diatur dalam AD/ART NU,” kata Imam.

PBNU sudah menyiapkan draf mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi untuk dijalankan di Muktamar Ke-33 NU. Mereka dengan forum Munas ini mempersilakan pengurus wilayah NU se-Indonesia untuk melakukan konsultasi soal Ahlul Halli wal Aqdi.

“Sidang Pleno di Wonosobo 2013 lalu mengamanahkan PBNU untuk menyusun mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi untuk diterapkan di Muktamar NU 2015 dan muktamar selanjutnya. Inilah salah satu arahan dari Rais Aam PBNU almarhum KH MA Sahal Mahfudz pada Pleno waktu itu,” kata Ketua Panitia Muktamar NU Ke-33 NU H Slamet Effendi Yusuf saat rapat.

Forum ini, tegas Slamet, bersifat konsultasi saja. Sedangkan tahap sosialisasi sudah dilewati sejak jauh-jauh 2-3 tahun lalu.

Konsep dan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi ini sangat penting untuk menguatkan otoritas lembaga Syuriyah di tubuh NU. Jalan ini mesti ditempuh sebagai pengamalan secara konsekuen putusan “Kembali ke Khittah NU 1926” pada Muktamar NU 1984 di Situbondo, tambah Katib Aam PBNU KH Malik Madani. (Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: