Muslim Indonesia di Inggris Sewa Hotel Agar Bisa Shalat Ied

London, NU Online
Sekitar 400 umat Muslim Indonesia yang ada di Kerajaan Inggris melaksanakan perayaan Hari Raya Idul Adha 1436 H dengan melaksanaan shalat Idul Adha bertempat di Best Western Palm Hotel, London, dengan diawali oleh lantunan gema takbir pada pukul 08.30 tepat waktu London. 

Pelaksanaan shalat Idul Adha diikuti pejabat KBRI London, perwakilan BUMN di London, serta warga masyarakat Muslim Indonesia di kota London dan sekitarnya, demikian Pensosbud KBRI London Yudho Priambudi Asruchin kepada Antara, Kamis.

Dalam pelaksanaan shalat Idul Adha 1436 H, bertindak selaku Imam/Khatib adalah Ustad Ahmad Najmuddin Shiddiq yang dalam khutbahnya, dia antara lain menyampaikan tentang kisah Nabi Ismail dan Telaga Zam-Zam. Selanjutnya, disampaikan bahwa keikhlasan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan Nabi Ismail, putra yang sangat dicintainya, merupakan bukti bahwa Nabi Ibrahim lebih mencintai Allah daripada anaknya. 

Selain itu, Ustad Ahmad menegaskan bahwa banyak orang yang jatuh miskin karena judi dan kesenangan duniawi, namun tidak ada orang yang jatuh miskin karena sedekah. Oleh karena itu, Ustad Ahmad menganjurkan para jemaah untuk berkorban setiap tahun, meski hanya dalam bentuk seekor kambing oleh satu keluarga. Shalat Idul Adha dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang diikuti oleh seluruh jemaah shalat.

Sementara itu para pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu mengikuti shalat Idul Adha di sport hall Essex University, meskipun hujan lebat tidak menyuruti warga Indonesia di Colchester mengikuti Shalat yang dimulai pukul 07,45 waktu setempat. 

Imam dalam acara shalat Idul Adha adalah Abdul Karim, yang mahasiswa doktoral bidang computer science yang dalam khotbahnya, pria yang berasal dari Saudi Arabia minta kepada jemaah untuk terus mencermati dan mengamalkan intisari dari peringatan idul adha, berkurban untuk sesama, saling tolong menolong dalam kebaikan, dan tidak egois.

Terlebih kini umat Islam sedang dilanda banyak ujian, terutama kaum muslim di Syria dan sekitarnya. Untuk itu, diperlukan persatuan yang kuat antar umat muslim untuk bisa membantu sesama yang sedang kesusahan,

Tak lama setelah khotbah disampaikan, hujan lebat seketika mengguyur langit Colchester dan sekitarnya. Namun hal ini tidak menyurutkan niat para warga Indonesia untuk terus bersilaturahmi dan mengadakan temu sapa. 

Hasna A. Fadhilah yang tengah menuntut ilmu di Universitas of Essex mengatakan usai shalat, keluarga PPI Essex yang diketuai Rudy Kusdiantara mengadakan temu warga dan silaturahim di common room milik universitas untuk berbincang santai dan makan bersama. 

Selain warga Indonesia, turut hadir juga beberapa mahasiswa negara lain yang ikut bergabung, salah satunya adalah Oyinda, mahasiswa asal Nigeria ini turut serta membawa dua anaknya untuk ikut berkumpul bersama warga negara Indonesia di Essex.

Ia merasa senang bisa turut hadir dan berbagi kebahagiaan di hari besar qurban bersama orang Indonesia karena menurutnya orang-orang Indonesia sangat ramah dan hal ini membuatnya sangat nyaman, selain itu komunitasnya tidak memiliki acara yang sama seperti yang PPI Essex selenggarakan. (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: