Muslimat dan Ansor Karanganyar Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah Gubernur Jateng

Karanganyar, Kebijakan lima hari sekolah yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menuai penolakan di sejumlah daerah. Di antaranya  Pimpinan Cabang Muslimat NU dan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kedua Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) tersebut  menolak kebijakan itu.

Ketua PC Muslimat NU, Dra Hj Aisyah Suliyastuti MM menuturkan kepada , Ahad (4/10) bahwa dirinya meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mengkaji ulang kebijakan pemberlakuan 5 hari sekolah. Kebijakan tersebut sangat mengganggu aktivitas belajar informal yaitu di Madrasah Diniyyah (Madin) yang notabene masuk pada sore hari.

“Mungkin maksud dari Pak Gubernur itu baik, tetapi rencana kebijakan itu masih harus dikaji ulang. Karena tidak semua daerah itu sama. Kebijakan yang akan dijalankan sangat mengganggu kegiatan belajar informal di Madarasah Diniyah. Padahal semua madin itu masuk pada sore hari,” terangnya

“Sebagai pernyataan penolakan, kami akan mengadakan rapat pengurus PC Muslimat NU Kabupaten Karanganyar untuk membahas kebijakan tersebut dan hasil rapat akan kami kirimkan ke Gubernur,” ujarnya usai rapat PCNU, GP Ansor dan Muslimat di Gedung PCNU Karanganyar, Jl Lingkar Utara Wonorejo Bejen Karanganyar.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Karanganyar, Suwanto mengaku pihaknya menghormati kebijakan Gubernur itu. Hanya, menurutnya, kebijakan itu sangat memberatkan para guru dan siswa.

“Di Karanganyar misalnya, mayoritas anak didik akan mengikuti Madrasah Diniyah pada sore hari selepas sekolah. Jika harus mengikuti kebijakan lima hari sekolah tentunya akan mengganggu,” kata Iwan. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: