NU Aset Bangsa yang Harus Dipertahankan

Jepara, NU Online
Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan aset bangsa yang luar biasa karena umat yang terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Sebab itu Jamiyyah ini harus dipertahankan.

Demikian diungkapkan KH Kamil Ahmad, Rais Syuriah PCNU Jepara dalam Ziarah Akbar di makam Suromoyo desa Kedungleper kecamatan Bangsri kabupaten Jepara, Ahad (07/06).  

Kiai Kamil mengharapakan NU harus terus dipertahankan oleh bangsa. Sebab ia meyakini jika NU memberontak akan berbahaya. Misalnya saja jika warga NU tidak membayar pajak negara akan bangkrut. Tetapi warga NU, lanjutnya, merupakan warga yang taat membayar pajak.

“Jangan sampai warga warga NU berontak karena tidak diperhatikan pemerintah,” paparnya.

Sebagai aset besar NKRI NU tidak hanya sebuah pernyataan belaka. Tetapi sejak dulu senantiasa mempertahankan NKRI. Pada Oktober 1945 KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad yang isinya kemerdekaan wajib dipertahankan serta pemerintah yang sah harus dipertahankan dan diperjuangkan oleh warga NU.

Maka tidak salah jika tahun 1964 Mbah Hasyim dianugerahi oleh Presiden Soekarno sebagai pahlawan nasional. Tidak hanya dulu, sekarang juga demikian. Oktober tahun lalu Jokowi menganugerahi KH Wahab Hasbullah sebagai pahlawan nasional.

“Jangan dianggap remeh. Kita memang kaum sarungan. Klular-klulur (lemah, red) tetapi kalo sedang dibutuhkan kita akan berjuang lahir batin mempertahankan negara,” tegas Kiai Kamil.

Meneruskan Perjuangan
Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri menambahkan sebagai warga NU Jepara harus meneruskan perjuangan KH Ahmad Fauzan. Bagi Kiai Asyhari Kiai Fauzan sebelum Indonesia merdeka sudah menginisiasi berdirinya NU secara kultural. Baru setelah Indonesia merdeka Kiai Fauzan merupakan pelopor berdirinya NU di Jepara.

Begitu pula dengan KH Amin Sholeh. Kiai Amin dulu ialah Rais PWNU Jawa Tengah juga Ketua MUI Jawa Tengah. Untuk itu, warga NU tidak boleh lupa meneruskan perjuangan-perjuangan mereka. Momen itu tambah Kiai Asyhari merupakan syiar NU dari tingkatan paling bawah.

“Kita harus menunjukkan bangsa amaliah kita berdasar. Kalo pengikut agama Islam yang lain menganggap semua jenis bidah sesat maka kita meski membedakannnya. Ada bidah hasanah seperti yang kita lakukan semacam tahlil, manaqib, maulid dan sebagainya,” imbuhnya.

Kegiatan yang diinisasi oleh GP Ansor dan Fatayat NU Jepara ini menziarahi 2 makam di Suromoyo yakni KH Ahmad Fauzan dan KH Amin Sholeh. Selain dihadiri kiai, pejabat juga ribuan jamaah serta siswa madrasah. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: