NU Diminta Bangun Kembali Kekuatan Ulama dan Santri

Tenggarong, NU Online
Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dilantik oleh Ketua PWNU Kalimantan Timur KH M Rasyid dengan masa khidmat 2014-2019 di Pondok Pesantran Ribathul Khail Tenggarong. Pelantikan menghadirkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Pada pelantikan Ahad (15/11) siang tersebut, Pj Bupati Kukar yang diwakili staf ahli Pemkab Kukar drh Suriansyah menyampaikan selamat kepada PCNU yang diketuai Ir H Chairul Anwar MM.

“Sebagai perwakilan pemerintah saya titipkan pesan dan semangat untuk terus berinovasi serta dapat memacu peran maksimal Nahdatul Ulama dalam menyejahterakan rakyat menyebar optimisme dan menghadirkan keteladan dan kebaikan,” paparnya.

Dikatakan Suriansyah, NU yang mengsung nilai nilai Ahlusunnah wal Jamaah, dikenal sebagai organisasi masyarakat Islam yang berwatak kebangsaan. Watak kebangsaan tersebut telah dimulai pada sejarah dan jati dirinya.

Lahirnya NU, kata dia, merupakan bagian dari dinimaka dan pertumbuhan bangsa, yakni sebagai wujud kegairahan luhur para ulama dalam membangun peradaban besar, esensi nilai akidah Ahlusunah wal Jamaah an naahdliyah  sebagai paham rahmatan lil alamin yang lebih mengedepankan perdamaian dan tolernsi sangat dibutuhkan saat ini.

“Mengingat semakin maraknya aksi aksi radikalisme dan terorisme yang sangat meresahkan akhir akhir ini,” ujarnya.

Dalam kiprahnya NU dengan kekuatan ulama santri dan pesantran yang telah berperan besar dalam perjuangan kemerdakaan negara ini. Hal ini mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo, melalui disahkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

“Kami berharap besar kepada NU utuk membangun kembali kekuatan ulama, santri dan pesantran dan konsep kebangsaan untuk mengisi kemerdekaan ini,” katanya.

Semangat NU adalah semangat gerakan NU membawa perubahan tata sosial, pendidikan masyarakat ke arah yang lebih maju dan terdiri berbagai  upaya dilakukan organsasi NU telah mampu mendorong implementasi ajaran Islam secara murni dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu dalam tablig akbar dengan tema “Menguatkan Ahlusunah wal Jamaah Annahdliyah sebagai paham yang rahmatan lil alamin, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, KH Said Aqil Siroj, menyatakan bahwa lahirnya NU dari para ulama pesantren. Tanpa pesantren, NU tidak ada, sehingga membawa misi bahwa pesantren menjadi warna pola pikir, orentasi, cara pandang hidup bangsa.

“Pesantren merupakan lembaga, untuk mendidik, menggembleng, dalam pembangunan dan peradaban budaya ditengah masyarakat. ” terangnya.

Turut hadir pada acara pelantikan tersebut Ketua PBNU KH Farid Wadjdy, Wakil Sekjen PBNU Suwadi Pranoto  dan Anggota DPRD Kaltim Sarkowi V Zahri, Anggota DPRD Kukar Awang Yacoub Luthman, Rektor Unikarta Dr Sabran, tokoh masyarakat HM Gufron dan para undangan lainnya.

Setelah pelantikan selesai, KH Said Aqil Siroj beserta rombongan menyempatkan bersilahturahim dengan Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II bersama jajaran PCNU Kabupaten Kutai Kartanegara. (Red: Abdullah Alawi)

 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: