NU Jatim: Lindungi Muslim Papua

Surabaya, Di beberapa kawasan, sejumlah muslim mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Bahkan tidak sedikit yang kehilangan harta benda dan rumah, tempat ibadah serta kondisi jiwa yang terancam. Seperti di Papua, jumlah umat Islam yang minoritas rentan mendapat perlakuan diskriminatif.

“Beberapa waktu lalu juga terjadi peristiwa Tolikara saat Idul Fitri,” kata Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif, Sabtu (29/8) petang.

Seperti diberitakan sejumlah media, telah terjadi peristiwa penyerangan berupa aksi pembakaran sebuah masjid di Kabupaten Tolikara, Papua, saat umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri pada 17 Juli lalu. Tragedi ini mendapat kecaman berbagai pihak dan polisi telah memproses kasus ini.

Ditemui usai rapat yang membahas Pejabat Rais  PWNU Jawa Timur, Kiai Syafrudin sangat menyayangkan kasus-kasus pelanggaran semacam ini.  Karena itu, atas sejumlah kasus tersebut diharapkan PBNU dapat bergerak cepat. Hal ini mendesak agar kejadian tersebut tidak merembet ke kawasan lain.

“Kita akan dorong agar PBNU bisa memberikan advokasi atau pendampingan kepada saudara kita yang memerlukan bantuan,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatuddin al-Islami Probolinggo ini seraya meminta aparat keamanan tegas dalam menjalankan tugasnya.

Hal lain yang dihasilkan pada rapat tersebut adalah semangat untuk melindungi, mengayomi dan memberikan bantuan kepada saudara sesama muslim khususnya di daerah Papua. (Syaifullah/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)