NU Miliki Empat Keunggulan

Surabaya, NU Online
Sebelum berbicara visi misi jika terpilih sebagai Ketum PBNU, H As’ad Said Ali terlebih dahulu menyampaikan keunggulan NU dari masa ke masa. 

“Dari keunggulan inilah yang membuat dirinya termotivasi untuk berdiskusi dengan tim soal NU ke depan,” kata As’ad saat mendeklarasikan dirinya maju sebagai ketum di Empira Palace Surabaya (25/06).

As’ad melihat ada empat keunggulan NU. Pertama keorganisasian, di NU ada ulama dan ada organisator atau orang-orang yang memiliki kemampuan menajerial. Berbeda kalau melihat di Timur Tengah, di sana ulamanya besar-besar tapi tidak mampu mengelola suatu komunitas atau negaranya.  

Kedua, di NU memiliki ukhuwah, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basariyah. Di dalam NU ada rasa persaudaraan yang tinggi. “Ini salah satu keunggulan yang dimiliki oleh NU,” tegas As’ad.

Ketiga, bebas bermadzab, di Indonesia ini diperbolehkan mengikuti salah satu empat madzab. Negara Indonesia bukanlah negara Islam, bukan negara sekuler, akan tetapi Indonesia adalah negara Pancasila. 

“Negara dan Agama tidak boleh dipisahkan,” lanjutnya. Di Timur Tengah warganya dibatasi untuk mengikuti madzab tertentu.

“Yang keempat ini sangatlah luar biasa yaitu NU memiliki SDM yang sangat luar biasa, ada lebih 1,4 juta sarjana NU, kalau diteliti lebih lanjut NU memiliki jutaan kiai dan pesantren yang tersebar se Indonesia,” jelas As’ad. Pesantren ini tidak boleh ditinggalkan, pesantren adalah tiangnya NU masa depan.

“Empat keunggulan itu harus dijaga oleh para pengurus cabang, wilayah, terlebih lagi kalau bisa turun ke MWC dan Ranting NU. Supaya para pengurus bisa termotivasi untuk membangun NU yang lebih baik,” pinta As’ad dihadapan para pengurus cabang se Jatim. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: