NU Tidak Kekurangan SDM

Jepara, Wakil Rais Syuriah PCNU Jepara, KH Ubaidillah Nur Umar menegaskan NU Jepara tidak akan kekurangan SDM. Mulai dari sarjana maupun kiai semuanya ada.

Hal ini diuraikannya dalam Halaqah Pra Konfercab putaran terakhir yang berlangsung di Gedung NU lantai 2, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Ahad (04/10) siang.

“Sarjana model apa saja NU punya apalagi kiai, NU juga punya. Baik yang berjubah, berjidat dan sebagainya. Semuanya ada,” urainya.

Bagi kiai Ubaid kayanya SDM NU tidak hanya selesai di atas meja. Lebih dari itu butuh aksi yang nyata. Yang paling penting, serunya, ialah tercapainya kebersamaan. Dengan kebersamaan jamiyyah ini semakin kokoh.

Ia mengingatkan NU beserta Banomnya harus saling berkoordinasi dan tidak jalan sendiri-sendiri. “Minimal kedepan 2 bulan sekali diadakan koordinasi,” imbuhnya.

Dalam halaqah yang bertajuk “Organizing Sumberdaya dan Kepemimpinan NU” Ahmad Nur Nuda mengungkapkan tiga sektor yang harus dikuatkan NU kedepan. Pertama, penguatan Aswaja. Tradisi-tradisi NU menurut pengurus PC Lakpesdam NU ini perlu dikuatkan sebab banyak aliran lain yang hendak membumihanguskan tradisi warisan ulama terdahulu ini.

Kedua, penguatan ekonomi. BMT yang dimiliki NU sudah saatnya memberikan sumbangsih untuk perkembangan NU. Terakhir, NU juga banyak bicara urusan politik.

Misalnya dalam tradisi bulanan, Lailatul Ijtima’ lebih banyak mengetengahkan urusan hukum. “Pada momen ini sudah penting jika menyampaikan urusan sosial, ekonomi maupun politik,” lanjutnya.

Senada dengan Kiai Ubaid, Haidar Fitri, Ketua KPU Jepara NU di Jepara harus semakin solid dengan didukung manajemen organisasi yang matang. Hamzah mantan Ketua MWCNU Jepara menambahkan NU harus mempunyai SDM, konseptor, pelaksana dan dana.

Dengan modal tersebut tahun ini pihaknya menyabet Juara III MWCNU teladan se-Jawa Tengah tahun 2015. “Meskipun di lingkup Kabupaten hanya MWC kami yang maju Alhamdulillah dengan penuh perjuangan kami memperoleh predikat juara di bawah kabupaten Wonosobo dan Pekalongan,” katanya.

Dipilihnya MWCNU Jepara sebagai salah satu juara tidak lepas dari jerih payah. Di antaranya pihaknya dalam hal landasan teori dengan biaya yang lumayan banyak menulis sejarah awal mula MWCNU dari tahun 1965.

Disamping itu juga didukung dengan sarana prasarana yang sudah memiliki fasilitas gedung lantai 3 meski dalam hal IT masih minim. Juga banyaknya kegiatan yang sering berkoordinasi dengan Pimpinan Cabang maupun Pimpinan Ranting.  (Syaiful Mustaqim/Mahbib)  

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: