Orang Tua Diimbau agar Anak Langgengkan Baca Al-Qur’an

Kudus, RTQ NU Al-Falah Kudus laksanakan Haflah Khotmil Qur’an ke-25 yang dirangkai dengan haul massal pada Jum’at (12/6) kemarin. Agenda digelar di komplek masjid Al-Mihrob dukuh Kalilopo Klumpit Gebog Kudus, Jawa Tengah.

Khotmil Qur’an tahun ini diikuti oleh sejumlah 20 santri. RTQ NU Al-Falah menggunakan metode pembelajaran Al-Qur’an Yanbu’a yang disusun oleh KH M Ulil Albab Arwani, Rais Syuriah NU Kudus yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidh Putra Yanbu’ul Qur’an, Yayasan Arwaniyyah Kudus.

“Kami menghimbau kepada segenap orang tua santri khotmil qur’an ini agar ketika di rumah jangan sampai anak-anak melalaikan membaca Al-Qur’an yang selama ini telah dipelajari. Selayaknya orangtua selalu menganjurkannya. Sebab melanggengkan membaca Al-Qur’an sangat besar faidahnya,” papar Kiai Ahmadi, Kepala RTQ NU Al-Falah dalam sambutannya.

Kiai yang wirausahawan itu juga menjelaskan bahwa setelah lulus belajar RTQ saja belum cukup. Ia menganjurkan agar para santri wisudawan melanjutkan ke madrasah diniyyah untuk mengaji lebih detail tentang Al-Qur’an dan agama.

“Selayaknya para wisudawan tetap belajar mendalami agama di madrasah diniyyah. Lebih dari itu, mereka juga akan lebih baik jika ikut aktif dalam organisasi alumni di mana setiap selapan hari mengadakan pertemuan. Dalam pertemuan itu bersama-sama dengan para alumni lainnya kembali nderes Al-Qur’an binnadhor dan akan disimak bareng,” jelasnya.

Hal tersebut dimaksudkan agar keilmuan membaca Al-Qur’an yang telah dipelajari tidak lantas hilang karena tak teramalkan. Selapanan alumni dalam setiap pertemuannya biasa dilaksanakan Pondok Pesantren Putri Tarbiyatul Banat yang juga satu lokasi dengan RTQ NU Al-Falah.

Selain tartilan, forum juga selalu membahas tafsir Al-Qur’an. Ini sebagaimana diajarkan oleh KHR Asnawi dalam bait syair selawat Asnawiyyah. Yakni selawat khas Kudus yang secara halus memuisikan teknik belajar Al-Qur’an, mempelajari kandungan serta membacanya dengan tartil (waftahlana bidarsin au qiroatin turottala).

“Dalam pertemuan itu juga akan bersama mengkaji tafsir Surat Yasin yang diasuh oleh Kiai Ma’shum. Jadi nanti juga akan diajari ngaji kitab kuning,” lanjut Kiai Ahmadi.

Mayoritas yang belajar di RTQ NU Al-Falah merupakan santri di Pondok Putra Tarbiyatus Shibyan dan Pondok Putri Tarbiyatul Banat. Mereka biasa melanjutkan ke madrasah diniyyah Al-Yasir, yang juga satu komplek. Dan berikutnya menjadi remaja masjid Al-Mihrob sekaligus aktifis IPNU-IPPNU Ranting Klumpit. (Istahiyyah/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: