Pameran Seni Rupa “Matja” NU dibuka dengan Rebana

Yogyakarta, NU Online 
Pameran seni rupa “Matja”; Membaca Seni Wali-wali Nusantara” dibuka oleh para seniman, panitia, dan pengurus PBNU. Pembukaan ditandai dengan tepukan rebana perupa gaek Joko Pekik didampingi seniman-seniman lain di Jogja Nasional Museum Yogyakarta, Senin malam (27/7). 

Joko Pekik berharap pameran yang diselenggarakan NU semacam ini tidak hanya dilakukan sekali ini saja. Ia mengapresiasi bahwa pameran ini adalah suatu kemajuan bagi NU. 

Sebelumnya, Ketua PBNU Imam Azis mengatakan pameran tersebut merupakan peristiwa penting bagi NU yang sebentar lagi akan menggelar Muktamar ke-33 di empat pesantren Jombang pada 1-5 Agustus. 

Sebagai orang NU, ia mengaku merasa bahagia dengan pameran tersebut. Sebagaimana Joko Pekik, ia juga berharap bahwa pameran yang diinisiasi anak-anak muda NU di Yogyakarta tersebut, tidak sekali ini saja diselenggarakan. 

Menurut dia, pameran tersebut, berarti ada dialog antara NU dengan para seniman. Tentu saja di lain kesempatan, dialog tersebut tidak hanya dengan seniman seni rupa, melainkan dengan seniman-seniman lain. 

Pada Muktamar ke-33 ini, lanjut dia, NU mengusung tema Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan Dunia”. Ini menjadi doa dan harapan karena Indonesia memiliki eksperimentasi kebudayaan yangg luar biasa,” katanya di hadapan ratusan pengunjung.

Setelah pembukaan, para seniman dan pengunjungbersama-sama memasuki gedung JMN, menengok setiap ruangan yang di dingnya sudah terpampang lukisan dengan berbagai gaya.

Pameran yang akan berlangsung sampai 30 Juli ini diikuti 50 perupa di antaranya Nasirun, D. Zawawi Imron, KH Mustofa Bisri, Ahmad Tohari, Lucia Hartini, Ivan Sagita, Agus Suwage, Stefan Buana, Arahmaiani, S Teddy D, Bunga Jeruk, Jeihan Sukmantoro, Tisna Sanjaya, Entang Wiharso, Heri Dono, Isa Perkasa, Joko Pekik, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: