PBB Serukan Negara Eropa Lebih Manusiawi Tangani Pengungsi

PBB, NU Online
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Rabu (9/9) menyeru negara Eropa agar menanggapi secara bertanggung-jawab dan manusiawi pengungsi dan migran yang tiba di Eropa, kata seorang juru bicara PBB.

Ban berbicara melalui telepon pada Rabu dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Itu adalah bagian dari serangkaian seruan yang telah ia sampaikan kepada para pemimpin Eropa dalam beberapa hari belakangan.

Di dalam seruannya, Sekretaris Jenderal PBB tersebut menekankan tanggung-jawab individu dan kolektif oleh negara Eropa guna menanggapi secara bertanggung-jawab dan manusiawi pengungsi dan migran yang tiba di Eropa, kata Farhan Haq di Markas Besar PBB, New York.

Sebelumnya, Ban telah berbicara dengan kepala negara Austria, Republik Ceko, Jerman, Yunani, Hongaria, Polandia dan Slowakia untuk membahas kedatangan pengungsi dan migran di Eropa, kata Xinhua.

Sekretaris Jenderal PBB tersebut telah meyakinkan para pemimpin Eropa mengenai kesediaan PBB, melalui lembaganya, terutama Komisariat Tinggi PBB urusan Pengungsi (UNHCR), untuk terus mendukung upaya mereka guna mengembangkan reaksi yang efektif, layak dan sejalan dengan standard kemanusiaan dan hak asasi manusia, termasuk hak untuk meminta suaka, kata Haq.

Dalam perkembangan terpisah, Sekretaris Jenderal Ban Ki-Moon telah menyambut baik gagasan dari Komite Olimpiade Internasional untuk menyediakan dua juta dolar AS bagi Komite Olimpiade Nasional untuk program yang dipusatkan pada pengungsi, kata Haq.

Ban telah berulangkali menggaris-bawahi pekerjaan besar yang dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil dalam membantu dan mendukung pengungsi di seluruh dunia, termasuk melalui dukungan bagi kegiatan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Urusan Pengungsi Muda dan Olah Raga Jacques Rogge, kata Haq.

Dengan tibanya Sidang Ke-70 Sidang Majelis Umum PBB yang akan mempertemukan para pemimpin dunia di Markas Besar PBB di New York, Sekretaris Jenderal itu akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi mengenai migrasi dan pengungsi pada 30 September. (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)