PBNU Imbau Sidang Itsbat Kembali Digelar secara Terbuka

Jakarta, Setiap tahun, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama menggelar sidang itsbat dalam menentukan 1 Syawal. Namun demikian, dalam satu tahun belakangan, pemerintah melakukan sidang itsbat secara tertutup setelah 11 tahun digelar secara terbuka. Hal ini sangat disayangkan oleh PBNU karena sidang itsbat terbuka mempunyai manfaat besar bagi umat.

“Kita menyayangkan sekali dalam satu tahun ini sidang itsbat diadakan secara tertutup. Padahal manfaat sidang itsbat yang disiarkan langsung secara terbuka manfaatnya besar sekali, kami mengimbau kembali dilakukan secara terbuka,” ujar Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, KH A Ghozali Masroeri dalam konferensi pers penentuan 1 Syawal 1436 H, Kamis (2/7) di lantai 5 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta. 

Kiai Ghozali Masroeri menerangkan, paling tidak ada lima manfaat sidang itsbat terbuka, yaitu pertama, manfaat syiar di tengah hiruk-pikuknya informasi negatif di tengah masyarakat. Kedua, lanjutnya, silaturrhim antar ormas, baik secara siaran langsung melalui televisi atau saat sidang itsbat itu.

“Ketiga, dengan sidang itsbat terbuka merupakan media pencerdasan umat. Jadi tak hanya pencerdasan di bidang Iptek tetapi juga pencerdasan di bidang pemgetahuan dalam menentukan awal bulan kepada umat. Keempat, mudah diakses oleh umat, cepat dan murah dengan catatan tidak bertele-tele,” paparnya.

Kelima, lanjut Kiai Ghozali, mendorong adanya sikap percaya masyarakat terhadap metode-metode yang digunakan pemerintah. Artinya, imbuh Kiai sepuh ini, dengan manfaat sidang itsbat terbuka, umat lebih memilih mengikuti pemerintah setelah 11 tahun lalu umat selalu mendasarkan diri pada organisasinya masing-masing.

“Pemerintah jangan terlalu percaya diri dengan mengatakan bahwa perayaan Idul Fitri akan bersamaan. Karena kenyataannya jalan menuju penyatuan masih terlalu jauh,” jelas Kiai Ghozali. (Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)