PBNU Perlu Program Tangkal Budaya Asing

Jombang, NU Online
Merosotnya moralitas bangsa  dan masuknya budaya asing yang bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia harus mendapat perhatian khusus oleh PBNU. Perhatian tersebut akan terlihat dari program-program kerja yang dihasil selama berlangsungnya Muktamar NU yang berlangsung di Jombang awal Agustus 2015 ini. 

Hal itu mengemukakan pada sidang Komisi Program Muktamar ke-33 NU yang berlangsung di Pondok Pesantaren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Selasa (4/8) siang. Sidang Komisi dipimpin Ketua Sidang Komisi Program Arifin Junaidi yang juga  Ketua PP LP Ma’arif,  dihadiri lebih kurang 450 peserta utusan dari PW, PC dan PCINU. 

Pengurus PCNU Kota Palembang Musawir mengungkapkan, perlu program menangkal budaya asing maupun yang tumbuh dari Indonesia yang merusak nilai-nilai moral anak bangsa.  Tayangan  film dan sinetron di sejumlah televisi swasta nasional banyak yang tidak mendidik, bahkan mengajarkan nilai-nilai tak bermoral. 

“Untuk itu, bagaimana PBNU hadir dengan program yang mampu menangkal budaya dari  tayangan-tayangan televisi tersebut. Karena Tayangan tersebut masuk ke kamar-kamar  anak-anak di seluruh pelosok negeri,” tambah Musawir. 

Seiring dengan itu, Imran dari PC Bandung mempersoalkan belum tergambarnya program PBNU terkait penyalahgunaan narkoba, merosotnya moralitas, perzinaan, kebebasan pergaulan, dampak IT (informasi teknologi). Dengan adanya program tersebut, berarti PBNU  peduli dengan  bangsa ini. 

“Karena masalah penyalahgunaan narkoba, moralitas, perzinaan, pergaulan bebas dan dampak negatif IT bisa menghancurkan bangsa ini,” katanya. 

Mayoritas warga NU berada di daerah  pinggiran. Mereka dikuasai oleh  media televisi, tapi  bukan media milik NU dan bernuansa NU. Untuk itu, harus ada media (televisi) yang bisa dijadikan sarana komunikasi dari pusat hingga ranting. Media IT satu-satunya cara membangun kekuatan NU ke depan, tambahnya. 

Ahmad Jaelani dari PCNU Lampung Tengah, Propinsi Lampung mengungkapkan kalau Wahabi dulu ada di Timur Tengah, tapi sekarang sudah banyak ada di Indonesia. Kehadirannya  sudah meresahkan masyarakat di Indonesia. Untuk itu, sangat penting mengirimkan buku-buku aswaja dan amaliah NU ke daerah-daerah. Kalau pun ada di PCNU buku tersebut, tapi lebih indah kalau PBNU yang mengirimkan ke PCNU sehingga seragam seluruh Indonesia. 

Ahmad Jaelani juga mengusulkan, PBNU tidak hanya memperbanyak buku-buku bernuansa NU dari berbagai sisi. Alasannya, mayoritas warga NU tidak gemar membaca buku. Jadi VCD ini penting bagi warga NU yang tidak gemar membaca.  VCD amaliah dan dalil-dalil dari  amaliah NU dalam bentuk VCD bisa disaksikan berulang-ulang sampai pendengarnya paham. Langkah awal bisa mencetak sejuta VCD yang disebar ke berbagai wilayah dan cabang di Indonesia. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)