PC PMII Solo: Putusan NU di Muktamar Ibarat Arahan Orang Tua

Solo, Salah satu hasil putusan Sidang Komisi Organisasi dalam Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Selasa (4/8) menetapkan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali masuk menjadi Badan Otonom (Banom) NU.

Terkait hal ini, Ketua Umum PC PMII Kota Surakarta, Ahmad Rodif Hafidz menyatakan siap berikan yang terbaik untuk PMII, NU, dan Indonesia. 

“Prinsipnya kita siap berikan yang terbaik untuk PMII, NU, dan Indonesia. Apapun keputusannya,” tegasnya saat dihubungi NU Online, Rabu (5/8).

Meski begitu, Rodif menyatakan keputusan PMII kembali menjadi Banom NU,  sejatinya bukanlah domain dari NU secara kelembagaan. Sikap dari cabang-cabang PMII hari ini baik yang pro maupun kontra juga tidak serta-merta menjadi keputusan PMII secara kelembagaan.

“NU boleh mengeluarkan putusan tersebut, namun bagaimana sikap PMII harus diputuskan melalui forum tertinggi organisasi, yakni Kongres PMII,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam Kongres PMII nantinya, apa yang menjadi keputusan NU ini ibarat arahan dari orang tua yang perlu dipertimbangkan oleh PMII. Namun jangan sampai ada intervensi dari NU dalam Kongres PMII.

“Kami meyakini bahwa PMII sudah mampu berpikir bagaimana baiknya hubungan PMII dengan NU,” lanjut Rodif.

Memikirkan dan mengurusi NU

Rodif menambahkan, PC PMII Kota Surakarta sependapat dengan pernyataan Ketua Umum PB PMII periode 1977-1981, KH Ahmad Bagja dalam sambutannya di acara Halal bi Halal Keluarga Besar PB IKA PMII dan PB PMII, beberapa waktu lalu.

“Benar apa yang dikatakan KH Ahmad Bagja, justru PMII hari ini dan ke depan harus lebih memikirkan dan mengurusi NU agar lebih baik. Karena ironisnya justru seringkali kader PMII yang sibuk bertengkar di NU,” kata Rodif.

Lebih lanjut, Rodif menegaskan, baik menjadi Banom NU ataupun tidak, PMII Kota Surakarta tetap teguh dalam memperjuangkan dakwah Islam Aswaja di kalangan mahasiswa dan siap membantu mencetak pemimpin-pemimpin bangsa yang siap menghadapi juga menyelasaikan berbagai permasalahan bangsa.

“Selagi telah dipertimbangkan secara matang dan hasilnya baik, kami siap apapun keputusannya baik dari NU maupun PMII,” tutupnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)