PCINU Arab Saudi Kenang Wafatnya Slamet Effendy Yusuf

Bogor, Bagi PCINU Arab Saudi, Slamet Effendy Yusuf adalah sosok teladan dalam berjuang menjaga NU dan membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal jamaah di tengah masyarakat Indonesia.

Ketua PCINU Arab Saudi, H Ahmad Fuad dalam siaran persnya yang dikirimkan ke NU Online, Selasa (8/12) mengatakan, Slamet Effendy adalah sosok teladan bagi kader NU. Loyalitas, militansi dan konsistensinya dalam memperjuangkan nilai-nilai NU patut diapresiasi.

“Beliau sosok teladan dalam berjuang. Beliau berkiprah di NU mulai jenjang ranting hingga PBNU, sejak usia remaja hingga ajal menjemput,” tegas Ahmad Fuad.

Rekam jejaknya dalam berkiprah di ormas Islam terbesar di Indonesia terbilang panjang, dimulai dari jenjang paling bawah (ranting) hingga ke PBNU. Ia aktif di semua sayap kaderisasi NU, mulai IPNU, PMII hingga menjadi Ketua Umum PP GP Ansor.

Ahmad Fuad melanjutkan, Slamet Effendy juga dikenal sebagai pribadi penuh guyon, sebagaimana lazimnya kiai-kiai NU yang piawai dalam mencairkan suasana sebuah pertemuan.

“Dalam pertemuan PCINU sedunia di Mekkah, tanggal 7 Dzulhijjah lalu, beliau menyatakan bahwa NU adalah organisasi massa terbesar di dunia. Apa faktornya? Karena, di AD/ART NU tidak tercantum keanggotaan seorang kader gugur akibat meninggal dunia. Jadi, sejak didirikan jamaah NU terus bertambah, tidak pernah berkurang sedikit pun,” ungkap dia.

Bagi Fuad yang alumni IPB itu, Slamet Effendy Yusuf adalah sosok yang konsisten dalam memperjuangkan masalah kebangsaan dan terwujudnya Islam “rahmatan lil ‘alamin” di bumi Nusantara.

“Saya mengenal almarhum dengan baik. Saat beliau haji atau umroh selalu bertemu di Tanah Suci. Kami mendoakan agar beliau diterima di sisi Allah SWT,” ungkapnya.

Kabar wafatnya Slamet Effendy Yusuf mengagetkan warga PCINU Saudi. “Kami merasa sangat kehilangan almarhum,” katanya. Bagi Fuad, Slamet dikenal sebagai sosok aktivis tangguh NU yang sangat peduli kaderisasi.

Sebagai wujud berkabung dan doa, PCINU Arab Saudi beberapa kali menggelar tahlil bagi almarhum. Tahlil digelar di Riyadh pada hari Kamis malam (3/12), yang diikuti 200 jamaah.

Sedangkan shalat ghaib dilaksanakan pada hari Jumat (4/12), bertempat di Masjid Indonesia Al-Naashiriyyah, yang terletak di komplek Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). SIJ merupakan lembaga pendidikan formal dan pesantren yang dikelola PCINU Saudi.

Selain melakukan shalat ghaib bagi Slamet Effendy Yusuf, jamaah Masjid Indonesia Al-Naashiriyyah Jeddah pada kesempatan yang sama juga melakukan shalat untuk almarhum Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, KH Noor Cholis Tisnawan, yang wafat pada Jumat pagi.

“Kami berdoa almarhum Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Noor Cholis Tisnawan yang wafat pada Jumat pukul 13.30 WIB. Semoga amal ibadah beliau juga diterima Allah SWT,” ujar Ahmad Fuad. (Ahmad Fahir/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)