PCNU Jombang Siap Kawal Ahlul Halli Wal Aqdi

Jombang, NU Online
Rais Syuriah PCNU Jombang KH Abdul Nasir Fattah menyatakan pihaknya siap mengawal pelaksanaan pemilihan Rais Aam melalui sistem Ahlul Halli Wal Aqdi pada Muktamar Ke-33 NU. Menurut Kiai Nasir, sistem Ahlul Halli ini merupakan usaha memperbaiki NU ke depan.

“Untuk AHWA, kami siap back-up mati-matian,” tegas Kiai Nasir kepada NU Online di kediamannya di kompleks pesantren Al-Fatimiyyah Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jumat (31/7) malam.

Kiai Nasir melihat sesuatu yang tidak beres. Ia berharap pihaknya tergerak untuk ambil bagian memediasinya. “Kalau kita diam tidak berbuat, itu tidak lebih baik. Ada barang tidak beres, kita lalu menengahi. Prinsipnya PCNU Jombang begitu,” katanya.

Pada saat Konferensi PWNU Jatim, soal Ahlul Halli sudah mengemuka. Ia mengaku senang atas respon cepat PBNU dalam menyiapkan pelaksanaan pemilihan melalui musyawarah mufakat ini.

Terkait edaran PBNU untuk menulis sembilan nama AHWA, pihaknya langsung merespons dengan cepat. “Begitu ada edaran pagi, malam langsung kami respons. Rapat harian terus kami gelar. Soal namanya siapa, itu rahasia. Lihat saja nanti di Muktamar,” ujarnya diplomatis.

Disinggung kesiapan Pesantren Tambakberas melaksanakan agenda muktamar yang tinggal beberapa jam ke depan, Kiai Nasir menyatakan kesiapannya. “100 persen lebih kami siap,” ujar pengasuh pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Cucu keponakan KH A Wahab Hasbullah ini mengatakan kepada keluarganya, untuk tidak ikut neko-neko dalam bermuktamar. “Wes anggep iki kabeh tamune Mbah (KH Wahab Hasbullah). Dadi nek ono opo-opo gak gelo,” tuturnya dalam bahasa Jawa logat Jombang.

Bagi Kiai Nasir, Muktamar Ke-33 NU yang dihelat di Jombang merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Jombang. “Kami memang sudah lama memendam cita-cita itu. Kapan muktamar di sini gitu,” ujarnya.

Makanya, lanjut dia, ide pertama mengajukan muktamar mungkin dari Tambakberas. “Bahkan, kami waktu itu mengatakan siap ketempatan muktamar. Tapi karena pertimbangan lain-lain, disepakati di empat pesantren. Tidak apa-apa, yang penting di Jombang,” ungkap Kiai Nasir. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)