PCNU Minta Alumni SMK NU Sidoarjo Setia Sumpah Profesi

Sidoarjo, NU Online
Sekitar 130 siswa dan siswi SMK plus NU Sidoarjo diwisuda. Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf Sholeh memimpin sumpah profesi wisudawan yang berasal dari pelbagai jurusan keterammpilan.

Sumpah profesi ini disaksikan Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo KH Rofik Siroj, Ketua Yayasan LP Ma’arif Sidoarjo Fathul Anam, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Mustain Baladan.

“Semua siswa dan siswi baik itu program farmasi, keperawatan, desain komunikasi visual dituntut untuk melakukan sumpah jabatan. Tujuannya supaya mereka tetap menjaga karakter dan keimanan yang diajarkan selama belajar di SMK NU Sidoarjo,” kata Kepala SMK NU Sidoarjo M Fathul Jinan, Sabtu (23/5).

Ia berharap para siswanya untuk menjaga dan memelihara karakter, kedisiplinan yang sudah dicetak di SMK NU Sidoarjo selama 3 tahun silam. Di samping itu pihaknya juga berharap bahwa apa yang sudah diajarkan oleh dewan guru tetap melekat pada para peserta didiknya.

“Jangan sampai setelah 3 tahun dibina di lingkungan NU para siswa meninggalkan kebiasaan yang setiap harinya diajarkan di sekolah seperti sholat Dhuha, sholat Zhuhur berjamaah, membaca surat Waqi’ah dan kegiatan keagamaan,” tegasnya.

Fathul Anam berharap bahwa para pelajar SMK NU Sidoarjo yang telah diwisuda itu mampu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan hasil 3 tahun ini bisa dimaksimalkan,” harap Anam.

Sementara itu KH Abdi Manaf Sholeh menyatakan, dengan prestasi selama 3 tahun yang didapatkan para siswa dan siswi di SMK Plus NU Sidoarjo ini dijadikan nilai tambah oleh Allah SWT.

Menurutnya, untuk membesarkan nama baik NU yakni dengan memulai sholat Dhuha, pembelajaran Al-Qur’an, dan beberapa kegiatan agama yang telah didapatkan di bangku SMK NU Sidoarjo.

“Itu termasuk membawa sebuah integritas NU. Integritas ada dua, yang harus betul-betul dikawal. Pertama, prestasi pendidikan mengacu pada kompetensi, kejarlah S1 untuk meraih kompetensi tadi. Inilah cita-cita besar, prestasi profesionalisme, integritas yang harus dicapai. Selain itu jangan sampai meninggalkan ibadah,” imbau Kiai Manaf.

Kepintaran saja, baginya, tidak cukup jika tidak diimbangi kebenaran. “Kalau pintar, harus benar. Mudah-mudahan prestasi Anda, kejayaan Anda mendapatkan sesuai derajat di dunia dan mendapatkan derajat di akhirat,” pungkas Kiai Manaf. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: