PCNU Pamekasan Hadirkan Pola Penanggulangan Banjir Perkotaan

Pamekasan,
Pola penanggulangan banjir wilayah kota oleh Pemkab Pamekasan, Madura menuai catatan dari Sekretaris PCNU Pamekasan KH Abdurrahman Abbas. Menurutnya, upaya pemkab dengan menggalakkan jenis pekerjaan fisik terkesan sia-sia. Sebab, kondisi gorong-gorong di daerah perkotaan nyaris tersumbat sampah semua.

Fakta tersebut masih terlihat kala hujan perdana mengguyur daerah perkotaan Pamekasan, Rabu (25/11). Guyuran hujan 30 menit dengan kapasitas sedang, membuat banyak jalan tergenang air cukup tinggi.

“Pelebaran sungai maupun saluran di daerah perkotaan tidak akan mampu membendung terjadinya banjir. Sebab, bencana banjir khusus daerah kota terjadi akibat tersumbatnya selokan yang berada di bawah trotoar. Sehingga, air tidak mampu mengalir dengan lancar,” terangnya.

Sebenarnya, kata Kiai Abbas, penanggulangan banjir tidak begitu membutuhkan dana besar. Terutama  untuk mengatasi terjadinya banjir atau genangan air di wilayah kota. Sebab, banjir di daerah perkotaan bisa diatasi dan disiasati dengan beberapa hal. Salah satunya, melakukan pembersihan intensif terhadap selokan-selokan yang ada di bawah trotoar.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Achmad Syaifuddin beranggapan bahwa penanggulangan banjir wilayah kota bergantung pada anggaran. Selama ini, anggaran yang disediakan pemkab dianggap masih belum cukup untuk mengatasi banjir.

Atas dasar itu, pemkab berencana mengusulkan anggaran sebesar Rp. 16 miliar kepada pemerintah pusat pada rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) tahun 2016 mendatang. Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk membangun sembilan fasilitas penampung hujan guna menanggulangi bencara banjir dan tanah longsor.

“Terima kasih atas masukan pengurus PCNU Pamekasan. Masukan tersebut insya Allah kami terapkan, sembari tetap menjalankan usulan anggaran kepada pemerintah pusat,” pungkasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: