PCNU Probolinggo Usulkan Hiburan Malam Syariah

Probolinggo,
Keinginan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo untuk bertemu langsung dengan Walikota Probolinggo Hj Rukmini untuk membahas tempat hiburan malam akhirnya terpenuhi.

Pada pertemuan Selasa (17/11), ada banyak masukan yang disampaikan PCNU Kota Probolinggo kepada Walikota soal tempat  hiburan malam yang makin meresahkan. Mulai penindakan sampai usulan tempat hiburan  malam bernuansa syariah.

Dari PCNU Kota Probolinggo hadir Rais Syuriyah KH Aziz Fadhol, Ketua Tanfidziyah H Muhammad, Wakil Ketua Tanfidziyah H Ahmad Hudri dan H Abdul Halim, Wakil Khatib Syuriyah KH Muhtarom dan Wakil Bendahara Abdul Aziz Nor. Mereka diterima oleh Walikota Probolinggo Hj Rukmini didampingi Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Johni Hariyanto dan sejumlah Kepala SKPD Pemkot Probolinggo.

Sekda Johny Hariyanto saat ditemui usai pertemuan itu membenarkan kalau dalam pertemuan itu, PCNU mengusulkan tempat hiburan syariah. Hanya, ia tidak menjelaskan jenis dan bentuk hiburan yang dimaksud.

Gambaran tempat hiburan malam syariah yang diusulkan PCNU itu menurut Sekda Johni, harus bernuansa Islami. Karenanya, siapa pun yang ada di dalam tempat hiburan malam itu wajib mengenakan pakaian tertutup.  Jika bentuknya karaoke, maka ruangannya terbuka dan tidak remang-remang.

Kalaupun ada jasa pemandu lagu, maka yang bersangkutan harus berpakaian menutupi aurat dan berperilaku sesuai ajaran Islam. Makanan dan minuman yang disajikan dan dijual, hanya yang diperbolehkan oleh Islam. Minumannya harus terbebas dari kandungan alkohol.

“Masih diperlukaan pembicaraan lebih lanjut. Kami juga akan mengundang investor yang tertarik dengan hiburan Islami,” tambahnya.

Terhadap hiburan karaoke yang sudah berjalan saat ini, Sekda Johni mengaku tidak segan-segan akan menindak bahkan akan mencabut izinnya jika melanggar aturan secara akumulasi. Apalagi saat ini sudah ada Perwali yang mengatur tempat hiburan.

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo H Muhammad mengatakan, pertemuan tersebut merupakan jawaban dari beberapa surat yang dilayangkan ke wali kota sebelumnya. Dalam pertemuan itu, pihaknya menyampaikan berbagai saran dan masukan, termasuk dalam urusan tempat hiburan malam. Menurutnya pemkot akan mengambil langkah tegas terhadap hiburan malam yang melanggar aturan.

PCNU lanjut Muhammad, meminta Walikota Hj Rukmini benar-benar mengawasi aktivitas tempat hiburan malam. Terutama tempat hiburan malam yang terindikasi memberi peluang terjadinya kemaksiatan di dalamnya.

Salah satunya, PCNU menuntut agar tidak sampai ada penambahan perempuan pemandu lagu atau yang umum disebut purel. “Harus diawasi. Jangan sampai alumni pondok Doly datang ke sini jadi purel,” harapnya.

Sedangkan Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo H Ahmad Hudri mengatakan pertemuan ini bertujuan mempertegas peran sosial kemasyarakatan NU dalam menegakkan amar makruf nahi munkar serta mendesak penutupan tempat hiburan malam di Kota Probolinggo. “Intinya PCNU meminta Walikota melakukan pemantauan intensif terhadap aliran radikal dan sesat serta syiah di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini Hudri berharap supaya Pemkot Probolinggo semakin mengintensifkan komunikasi terkait dengan pelaksanaan program pembangunan.

“Disamping itu supaya Pemkot Probolinggo bersama Forkopimda melakukan komunikasi intensif dan pemantauan penanganan secara hukum terhadap penyebaran faham radikal dan sesat serta syiah di Kota Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: