PCNU Sumenep Gelar Konferensi Cabang

Sumenep, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep menggelar Konferensi Cabang (Konfercab), Ahad (26/7/2015) di Pesantren Al Ihsan Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Tampak hadir Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH. Miftahul Akhyar, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, Ketua Muslimat NU Sumenep Dewi Khalifah, unsur pengurus PCNU se-Madura, sejumlah rektor, kepolisian, dan unsur TNI.

Ketua Panitia Konfercab Muhammad Ilyas mengatakan, berdasarkan AD/ART, Konfercab adalah rapat tertinggi tiap lima tahun untuk memilih pimpinan demi berlangsungnya proses kaderisasi.

“Kami berharap siapa pun yang terpilih nanti melahirkan program yang mampu menjawab tantangan yang akan datang,” paparnya saat mewakili panitia memberikan prakata.

Sementara Bupati Sumenep Busyro Karim dalam sambutannya mengatakan, ada tiga tantangan besar yang dihadapi NU saat ini. Ia berharap ketua yang terpilih dapat mengatasinya.

Tantangan pertama yaitu pragmatisme. “Banyak yang berpikir apa yang didapat dari NU, bukan apa yang diberikan pada NU,” paparnya.

Kedua, kesenjangan sosial. Ia menyitir hasil survei LSI 2013  yang menyebutkan jumlah warga NU 36,5 persen dari populasi penduduk Indonesia. Mayoritas warga NU tinggal di desa.

“Di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara desa dan kota ada kesenjangan. Ini tantangan NU saat ini,” ujarnya dihadapan peserta dan undangan Konfercab.

Ketiga, kemiskinan. “68 persen warga Jawa Timur warga NU, tapi sebagian besar masih hidup di bawah garis kemiskinan,” terangnya. 

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Kabupaten Sumenep A. Pandji Taufiq mengatakan, semangat dan kecintaan masyarakat terhadap Nahdlatul Ulama (NU) menguat.

“Bahkan, konsumsi untuk undangan dan peserta Konfercab ini berasal dari warga. Semua kebutuhan beras dibantu Muslimat NU Gapura. Sedangkan telur dibantu warga se-Kabupaten Sumenep.”

Sementara Ketua Muslimat NU Sumenep Ny. Hj. Dewi Khalifah membantu daging berupa satu ekor sapi. “Bupati membantu Rp 25 juta,” bebernya.

Selain itu, hampir di seluruh kcamatan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) hidup. “Bahkan, saat ini merembet ke pesantren dan sekolah,” ungkapnya.

Dengan juga jumlah anggota Ansor. “Anggota Ansor lebih besar dari anggota Kepolisian Resor Sumenep,” katanya dihadapan Wakapolres Sumenep. (M. Kamil Akhyari/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: