PD Pontren Adakan Pelatihan Baca Qur’an Metode Baghdadi atau “Turutan”

Bekasi, NU Online
Kementerian Agama RI melalui Direktorat PD Pesantren mengadakan Workshop Pembelajaran Al-Qur’an Metode Bagdadi atau lebih dikenal “turutan” pada 7-9 Juli 2015 lalu. Acara ini dibuka oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. Mohsen. 

Pria yang pernah menjabat Kakanwil Sulawesi Tengah ini sedikit bernostalgia dengan Metode Bagdadi seraya mempraktekkan sistem eja yang dia pelajari waktu kecil dulu. 

Acara yang diikuti perwakilan Kordinator TPQ dari seluruh wilayah Indonesia ini berlangsung meriah dan menyenangkan. Peserta hanyut dalam lagu-lagu kaidah Baghdadiyah. 

Salah seorang peserta dari Surabaya menyatakan, “Semula saya kecewa ketika mendapat undangan workshop pembelajaran Al-Quran Metode Bagdadi, ini kan metode lama, tapi setelah mengikuti pelatihannya, saya merasa sangat beruntung dan berharap metode ini bisa kembali Berjaya. 

“Metode Bagdadi adalah metode lama yang oleh masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan ‘Turutan'”. Metode ini kembali diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Jamiyatul Qurra wal Huffazh (PPJQHNU) dengan penyesuaian sistem pengajaran dengan tetap mempertahankan contoh-contoh yang ada. 

Sepuluh kelompok dari seratus peserta yang dibagi oleh panitia, semua merekomendasikan agar pelatihan pembelajaran Metode Bagdadi ini dilaksanakan di seluruh wilayah dan daerah di Indonesia yang di fasilitasi oleh Kementerian Agama RI. 

“Kehadiran Motode Bagdadi dalam format baru dan pola pengajaran yang disesuaikan dengan kondisi saat ini bukan untuk menyaingi metode-metode yang ada, tapi dalam rangka melengkapi, karena fokus pembelajaran Metode Bagdadi lebih pada penguasaan makharijul huruf dan kesadaran pengucapannya,” jelas Ari Masyuri, sekretaris umum  PPJQHNU.

Workshop pembelajaran Al-Qur’an Metode Bagdadi yang berlangsung di Hotel Horison Bekasi ditutup langsung oleh Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Dr. Nanang Fathurrahman. 

Ia berharap agar pangajaran Metode Bagdadi yang telah disesuaikan dengan sistem pembelajaran kekinian dapat memberikan kontribusi bagi pembelajaran Al-Qur’an yang tepat dengan titik tekan pada makhorijul huruf. Diharapkan juga untuk TPQ/TPA seluruh Indonesia dapat mensosialisasikan bersama metode yang telah ada.

Fasilitator dari PPJQHNU, Abdul Rosyid Masykur, MA., menegaskan bahwa Metode Bagdadi ini lebih fokus pada sadar makhroj secara tepat sejak dini, sehingga anak-anak sudah memiliki bekal yang mumpuni dalam membaca Al-Qur’an dan bagi orang dewasa metode ini bisa menjadi panduan dalam tahsinul quran. Red: Mukafi Niam

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: