Peduli Mustadh’afin, Fatayat NU Depok Blusukan Hingga Gang Sempit

Depok, NU Online
Di saat Ramadhan, ide untuk berbagi kebahagiaan hampir selalu hadir. Baru-baru ini, Pengurus Fatayat NU Kota Depok blusukan ke jalan setapak dan gang-gang sempit di beberapa titik di Depok. Blusukan itu merupakan wujud bakti sosial yang dihelat Selasa, (7/7).

Ketua Fatayat NU Depok Hj Yuminah Rahmatullah kepada NU Online menceritakan, ‘Indahnya Berbagi Bersama Fatayat NU’ merupakan program rutin tiap bulan puasa yang dilaksanakan Fatayat Depok secara bergiliran dari satu ke lain kecamatan di Depok.

“Tahun lalu kami mengunjungi kecamatan Bedahan dan Sawangan. Tahun ini giliran Pancoran Mas dan Cipayung Jaya,” ujar Yumi kepada NU Online melalui sambungan telepon seluler, Selasa (7/7) malam.

Bakti sosial kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini para pengurus Fatayat NU Depok turun langsung ke bawah menemui masyarakat. Mereka mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu sembari membawakan sembako.

“Jadi, bukan warga yang berkumpul di tempat acara. Kami yang datang ke mereka. Tujuannya, menanamkan kepedulian, memupuk rasa solidaritas sesama muslim, serta menjaga silaturrahmi dengan kaum dhu’afa. Agar tak ada jarak pemisah di antara kami,” kata Yumi.

Dengan mendatangi langsung ke komunitas kaum lemah, tampak kebahagiaan tak terkira di mata mereka lantaran merasa diperhatikan. Pada saat yang sama, Fatayat Depok mengetahui kondisi terkini mereka yang sebenarnya.

“Kalau begini, kami tahu realitas di lapangan. Baik terkait pendidikan, ekonomi, dan kesehatan mereka. Tentu, jika ada akses langsung ataupun program-program pro rakyat dari pemerintah, bisa kami tindak lanjuti langsung,” kata Yumi.

Ditanya daerah mana saja yang menjadi sasaran, Yumi menyebut RT 01 RW 04 kelurahan Kupu kecamatan Pancoran Mas, dan RT 04 RW 05 Ratu Jaya, Cipayung. “Di sana, ternyata masih ada rumah yang tidak layak huni. Mereka tentu membutuhkan perhatian konkret kita semua,” ujarnya.

Senada dengan Yumi, Sekretaris Fatayat NU Depok Ade Rina Farida menyatakan program itu lebih bagus dan lebih mengena ke inti persoalan masyarakat. Meski di bulan puasa, ia melihat semangat anggotanya sungguh luar biasa.

“Medannya cukup berat. Gangnya sempit, akses jalan pun berundak-undak. Untuk mencapai lokasi, kami bahkan harus panjat tangga. Sebagai perempuan hebat, kami merasa itu belum seberapa dibanding kehidupan keseharian mereka,” tutur Rina. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)