Pelajar NU Harus Inovatif Agar Tetap Jadi Kebanggaan

Jombang, Ada nuansa berbeda pada kegiatan Halal Bihalal yang digagas PC IPNU dan IPPNU Jombang, Jum’at (14/8) petang. Tidak hanya diisi dengan saling memaafkan, juga sejumlah motivasi dari para senior yang hadir di kediaman KH Taufiq Djalil, Mojokrapat Tembelang Jombang Jawa Timur.

Salah satunya adalah harapan dari Nyai Hj Mundjidah Wahab. Ketua PC IPPNU Jombang tahun 1967 hingga 1968 ini bercerita bahwa saat periodenya telah memiliki grup drum band yang disegani di kota santri ini. “Silakan dibayangkan, tahun segitu kami sudah memiliki grup drum band sendiri,” kata Wakil Bupati Jombang ini yang disambut aplaus hadirin.

Dengan prestasi tersebut, maka setiap ada kegiatan NU selalu dinanti masyarakat. “Keberadaan drum band Fatayat NU Jombang menjadi kebanggaan bagi warga dan pengurus, juga masyarakat,” terangnya.

“Kalau dulu saja kita bisa memiliki grup drum band sendiri, masak kepengurusan IPNU dan IPPNU saat ini tidak bisa?” katanya sembari menantang. Bu Nyai Mundjidah tidak mempermasalahkan kalau IPNU dan IPPNU masih mempertahankan kesenian hadrah hingga saat ini. “Tapi tolong, ada inovasi agar IPNU dan IPPNU tetap bisa menjadi kebanggaan,” harapnya.

Putri pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah ini juga mengakui bahwa, banyak pengalaman yang didapat selama berkhidmat di IPPNU. “Saya jadi anggota dewan dari mulai tingkat Jombang hingga propinsi, semuanya berkat pengalaman selama aktif sebagai anggota dan pengurus IPPNU,” terangnya.

Salah seorang senior IPNU, Drs H Ahmad Heri juga memberikan semangat kepada para pengurus untuk terus berkhidmat kepada NU. “Saya siap mendampingi rekan dan rekanita untuk berkhidmat kepada bangsa dan negara lewat kegiatan yang bermanfaat bagi umat,” kata anggota DPRD Jatim ini.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah senior PC IPNU dan IPPNU Jombang lintas generasi. Bahkan rekanita Lilik Maslamah telah mempersiapkan buku profil para ketua PC IPPNU Jombang dari angkatan pertama. “Semoga buku yang sedang kami susun itu bisa terbit sebelum Konferensi PC IPNU dan IPPNU Jombang, Desember mendatang,” kata Ketua PC IPPNU tahun 2004 ini.

Acara yang dipandu oleh Rojiful Mamduh ini juga memberikan kesempatan kepada Abdul Rosyid, Ketua PC IPNU Jombang untuk memberikan penjelasan terkait kondisi kepengurusan saat ini. Termasuk konsekwensi dari pembatasan usia yang diputuskan pada Muktamar ke-33 NU. Kegiatan dipungkasi dengan saling bersalaman. (Syaifullah/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)