Pelajar NU Jepara Berlatih Jurus-Jurus Menulis di Media Cetak

Jepara, NU Online
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu Jepara menyelenggarakan Seminar Regional bekerja sama dengan Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Jepara di Gedung Muslimat NU Robayan Kalinyamatan Jepara, Jawa Tengah.

Kegiatan Ahad (30/8) bertema “Jurus Jitu Menulis Artikel Pada Media Massa Cetak” diikuti 88 peserta dari berbagai delegasi Ranting dan Anak Cabang se Kabupaten Jepara. Peserta sangat antusias menyimak materi yang disampaikan ketiga narasumber yaitu Wakil Dekan 3 Fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan Unisnu Jepara Maswan, Muhammadun Sanomae Kepala Biro Suara Merdeka wilayah Muria, dan Kepala Biro Jepara Jepara Radar Kudus Jawa Pos Zainal Abidin.

Seminar yang dimoderatori Miqdad Sya’roni, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semester 7 ini nampak gayeng dan penuh dengan gurauan yang dilontarkannya. Maswan, narasumber pertama, menyampaikan, modal awal sebagai penulis adalah senang dan menyenanginya

Ketika sudah didasari senang maka melakukannya akan merasa happy dan penuh dengan karsa. “Berani mengirim tulisannya ke berbagai media, dan jangan berputus asa mengirim tulisan Anda ke redaktur walaupun sering ditolaknya,” tambahnya.

Muhammadun Sanomae yang menjadi narasumber kedua, meminta peserta untuk mengenali karakter media massa. Jika ingin dimuat di media tersebut seorang penulis harus mengamati rubriknya, panjang pendek tulisannya, dan lengkapi gambar atau grafis.

Ia juga memberikan jurus perayu redaksi agar tulisannya dimuat di koran yaitu aktualitas, gagasan baru, judul menarik, pahami ketentuan, tema konsisten, Komunikasi yang baik antara penulis dan redaktur.

Sebagai narasumber terakhir, Zainal Abidin, lebih banyak menceritakan pengalamannya dalam dunia tulis menulis dimedia massa, mulai ia menulis di media LPM kampus hingga ia menulis di koran Kompas, media massa yang sudah skala nasional.

“Adanya keinginan yang kuat untuk menulis maka itu menjadi modal pertama, dan ketika tulisan kita dimuat di koran maka ada kepuasan batin tersendiri.”

Ia menambahkan, ketika awal menulis memang agar dimuat di koran, namun lambat laun ada kecenderungan mendapatkan honor. “Dan itu menjadi motivasi tersendiri dalam Menulis.” (Muhammad MS/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)