Pelajari Islam Moderat, Mufti Lebanon Kunjungi PBNU

Jakarta, NU Online
Rombongan mufti Lebanon didampingi Duta Besar RI untuk Lebanon, Achmad Chozin Chumaidy berkunjung ke kantor PBNU, Sabtu siang (28/11). Mereka disambut langsung oleh Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin. Dalam kunjungannya, para mufti Lebanon meresahkan dengan apa yang terjadi di dunia Islam, sekaligus ingin menimba ilmu dari Nahdlatul Ulama.

Wakil Grand Mufti Lebanon Syeh Amine el-Kurdi mengatakan permasalahan dunia Islam ada tiga diantaranya tentang perang Suriah, Palestina dengan Masjidil Aqsanya, serta kelompok yang menamakan Islam dengan menyebarkan faham radikal. 

“Hal ini harus ditangani tidak hanya muslim Timur Tengah melainkan muslim seluruh dunia,” ungkapnya

Lebih lanjut, Amine mengatakan bahwa umat Islam secara menyuruh mempunyai sikap yang moderat. Hanya saja media-media luar selalu memberitakan wajah Islam dari kelompok kecil yang berpaham radikal. 

“Kedatangan kami selain menjalin ukhuwah islamiyah, juga untuk belajar Islam moderat dari NU yang telah mampu menerapkan pada umatnya,” kata Amine, yang juga imam masjid Negara Lebanon Al-amin Beirut.

Pada kesempatan yang sama, Rais ‘Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa NU secara  organisasi mempunyai kepengurusan sampai di tingkat desa juga 22 Cabang Istimewa di luar negeri, yang kesemuanya dibekali prinsip dasar ber-NU. Dalam berpaham teologi NU menganut Abu Hasan Al-’Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi. Dalam berfiqihnya menganut empat madzhab, Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali, sedangkan di dalam tasawuf menganut al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi. 

“Didalamnya terbungkus karakter tawassuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh,” ungkap Kiai Ma’ruf yang juga pengasuh pesantren An-Nawawi Banten.

Ddalam kesempatan yang sama, Waki Ketua Umum PBNU Slamet Efendi Yusuf mengatakan bahwa untuk menangkal gencarnya gerakan radikal, NU terus menyebar seruan Islam moderat. “Insyaallah, NU tahun depan akan mengundang pemimpin-pemimpin Islam dunia untuk bermuktamar mendiskusikan Islam yang moderat. Semoga pemimpin umat Islam Lebanon juga ikut andil,” katanya.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan selain itu, NU akan mencetak buku terkait pandangannya tentang Islam ramah dalam berbagai bahasa untuk disebarluaskan. 

“Tidak hanya dunia Islam saja, melainkan juga nonmuslim,” ungkapnya.

Turut dalam pertemuan ini, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Bendahara PBNU Bina Suhendra, Wasekjend Ishfah Abidal Aziz serta enam mufti Lebanon. Pertemuan diakhiri dengan saling tukar cindera mata dan jamuan makan bersama. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: