Pemimpin Instan Didorong Uang, Pemimpin Hebat Lantaran Proses

Bandung,
Saat ini muncul fenomena pemuda menjadi kepala daerah secara instan lantaran menggunakan uang sebagai modal untuk mendapatkan suara masyarakat. Padahal pemimpin seharusnya berproses terlebih dahulu sebagai bentuk lahan ujin bagi para pemuda.

Demikian disampaikan sebagai pengantar Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Barat Asep Qomaruddin pada diskusi tentang “Kepemimpinan Pemuda” yang digelar Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Rabu (30/12).

Qomaruddin meyakini para tokoh pemimpin yang hebat sebelumnya telah melalui berbagai proses panjang. “Saya optimis, orang-orang yang mau berproses yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” terangnya di hadapan puluhan kader PMII pada acara yang digelar di Pondok Pesantren At-Tamur, Bandung itu.

Lebih lanjut, Qomaruddin menekankan bahwa sepanjang proses sejarah Indonesia, pemuda selalu menjadi inisiator perubahan sejak sumpah Pemuda sampai Reformasi. “Seharusnya tidak hanya inisiator perubahan, tetapi pemuda juga siap maju sebagai pewaris kepemimpinan,” usulnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dudang Gozali, aktivis Ansor Jawa Barat memandang krisis kepemimpinan pemuda saat ini kehilangan jatidiri yang disebabkan pudarnya naluri pemuda dalam memikirkan kondisi bangsa Indonesia. Hedonisme cenderung diperlihatkan oleh pemuda yang kini difasilitasi oleh kemajuan teknologi.

“Ada banyak pemuda yang tidak pernah membicarakan tentang kondisi bangsa Indonesia, hanya sedikit yang masih memelihara kegelisahan, kreaitifitas, empati, kepada bangsa. Tiga hal tersebut adalah pemuda yang mempunyai masa depan,” tegas Majlis Pembina Daerah PKC PMII Jabar itu. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)