Pengakuan Dua Pemuda Setelah Dekat dengan NU

Waykanan,
Sejumlah pemuda di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung mengaku menemukan nilai setelah dekat dengan Nahldatul Ulama (NU). Pengakuan itu disampaikan Junaidi Hermawan dan Disisi Saidi Fatah kepada , di Blambangan Umpu, Ahad (20/12).

“Menjadi Barisan Ansor Serbaguna atau Banser minimal mendapatkan tambahan sahabat. Namun yang pasti saya lebih mengerti dengan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin,” ujar Junaidi yang mengikuti Diklatsar Banser di Waykanan tahun 2013.

Junaidi yang dilahirkan di Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu 6 Juni 1997 dalam beberapa pekan ini belajar memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai media tanam bersama Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto.

“Daripada sampah dibuang lebih baik dimanfaatkan, contohnya penggunaan popok instan bekas dan plastik bekas tempat deterjen atau minyak yang dimanfaatkan sebagai media tanam sayuran seperti kangkung, sawi dan cabai. Saya belajar itu dan menjadi tahu menghargai lingkungan,” kata Junaidi lagi.

Senada Junaidi, Ketua Alumni Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) Waykanan 2015 Disisi Saidi Fatah mengaku, pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam sangat baik untuk kebersihan lingkungan.

“Pertama mengurangi limbah di sekitar kita. Kami diajari menggunakan media popok bekas sebagai media tanam yang dicampur dengan tanah dan menggunakan bungkus deterjen, kantong beras, kantong minyak sebagai polybag,” ujar Disisi.

Pemuda kelahiran Desa Gedung Harta, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, 27 September 1996 itu menambahkan, memanfaatkan barang bekas adalah salah satu cara beriman.

“Memanfaaatkan barang bekas sangatlah bagus karena selain kita menjaga dan melestarikan lingkungan pastinya kita juga berhemat. Orang yang beriman adalah orang yang cinta lingkungan dan menjaga kebersihan, salah satunya ialah menjaga kebersihan dan mengurangi limbah dengan cara memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai,” kata Disisi.

Mengajarkan hal positif adalah keharusan, ujar Gatot Arifianto menambahkan. “Mencintai NU harus menjadi gerak. Penghormatan atas lingkungan hidup yang merupakan warisan anak cucu kita yang kami lakukan itu adalah upaya kecil. Semoga Junaidi dan Disisi bisa berperilaku sebagaimana pepatah, seribu lilin bisa dinyalakan dari satu lilin,” kata Gatot yang merupakan alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) Yayasan SATUNAMA Yogyakarta itu pula.

Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Waykanan, Lampung melalui Pimpinan Ranting Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu akan menggelar kaderisasi pada 24-27 Desember 2015.

Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor IV dan Pendidikan serta Pelatihan Dasar (Diklatsar) IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Waykanan akan dihelat di Masjid Al Muhajirin, Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu yang saat ini sedang dirintis menjadi Pondok Pesantren Riyadlotut Thullab.

Bagi calon kader pemuda NU di Waykanan yang ingin bergabung silakan menghubungi Kasatkorcab Banser Waykanan, Alex Almukmin di nomor 085382935111. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)