Pengembangan Ekonomi Mikro Jadi Fokus Kerja PBNU

Surabaya, Muktamar ke-33 NU di Jombang pada Agustus lalu mengamanatkan kepada pengurus PBNU periode 2015-2020 untuk bekerja dalam tiga bidang garap, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Dari ketiga-tiganya itu, kita akan fokus pada ekonomi,” kata Sekjen PBNU H A Helmy Faishal Zaini.

Pendidikan dan kesehatan sudah berjalan. Di sektor pendidikan, sudah ada Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), sedangkan di bidang kesehatan NU sudah punya beberapa rumah sakit NU. “Itu sudah ada, tinggal dioptimalkan saja,” paparnya kepada NU Online selepas acara tasyakkuran hari santri dan konsolidasi di Empire Palace Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/11).

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini mengatakan, PBNU akan fokus kepada pemberdayaan ekonomi dengan mendekatkan lembaga keuangan mikro. “Kita semua tahu potensi-potensi warga NU itu banyak sekali, akan tetapi kita harus menempuh rintangan yang ada,” lanjutnya.

“Sebelum berbicara langkahnya, perlu diketahui terlebih dahulu problem terberat yang harus dihadapi, yaitu akses yang jauh dari permodalan, skill, jaringan atau pasar, keberlanjutan, dan terus melakukan memperkaya sarana prasarana,” ungkapnya.

Langkah konret menghadapi itu semua, katanya, adalah dengan cara pengembangan ekonomi syariah. “Di NU itu mempunyai ekonomi berbasis kesukarelaan seperti zakat, infaq dan shadaqoh, itu nanti kita kelola menjadi satu pintu,” tutur Helmy.

Banyak orang mengatakan, NU menjadi tempat kantong-kantong kemiskinan. “Kita lihat lima tahun ke depan, akan terbalik semua. Justru di kantong-kantong NU itu akan menjadi tempat perekonomian bangsa,” pungkas Helmy optimis. (Rof Maulana/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: