Pengunjung Kagum Melihat NU dari Masa ke Masa

Jombang, NU Online
Stand Pameran Dokumentasi Nahdlatul Ulama memperlihatkan perjalanan NU dari masa-masa. Stand Perpustakaan PBNU di Stand Expo kompleks pondok pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, tersebut dikagumi pengunjung.

Berbagai macam foto ditampilkan, mulai dari berbagai macam kegiatan NU dari masa ke masa, foto Rais ‘Am (Akbar) dan Ketua Tanfidziyyah PBNU yang pertama sampai pada Muktamar ke-32, gedung Tashwirul Afkar, gedung Syubbanul Wathan, Bung Karno saat menghadiri kegiatan-kegiatan NU, hingga foto Raja Saud dan surat dari Komite Hijaz.

Marhaban (50) salah satu pengunjung stand kepada NU Online di sela melihat dokumentasi NU, Senin (3/8) siang,  mengaku saat pertama kali masuk merasa kagum melihat dokumentasi NU yang sangat banyak. “Dulu-dulu hanya mendengar nama-nama tokoh NU, sekarang bisa melihat langsung apa yang dulu saya dengar,” ungkap anggota Ranting NU di kabupaten Blitar itu.

Ia melihat dokumentasi NU sebagai keteladanan tokoh-tokoh pendiri NU yang merupakan implementasi dari ajaran Islam yang konkrit, sehingga mudah diteladani daripada belajar langsung dari kitab-kitab. “Karena tidak semua orang bisa baca kitab, tetapi kalau keteladanan langsung diketahui, tinggal dicontoh untuk dipraktekkan,” tuturnya.

Senada dengan Marhaban, Nur Kholis (56) asal Tambakberas juga sangat kagum dan bangga dengan NU serta bahagia bisa menyaksikan dokumentasi NUyang bisa sebesar itu.

Ia mendorong kepada anak-anak muda NU supaya meneladani para tokoh NU. “Pelajaran bisa diambil kita bisa mendorong anak-anak muda sekarang dalam meneladani tokoh-tokoh NU dahulu untuk bisa membesarkan NU,” pinta Khalis.

Dalam kesempatan yang sama, Syakir Ni’amillah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan pelajaran yang ia petik dari melihat dokumentasi tersebut mengetahui sejarah NU, di antaranya mengetahui foto dan profil H Hasan Gippo ketua Tanfidziyah NU yang pertama sampai terakhir KH Said Aqil Sirao. “Itu sejarah penting bagi NU,” ujarnya.

Ia paling tertarik melihat dokumentasi foto Bung Karno yang hadir ke acara-acara pada saat masih menjadi presiden Indonesia. “Itu yang paling saya apresiasi disini,” papar aktifis PMII itu.

Sebagai kaum muda NU, melalui pameran dokumentasi NU ini bisa menjadi motivasi bagi Syakir yang baru berusia 19 untuk meneladani tokoh-tokoh NU. “Kalaupun tidak sampai pada derajat beliau-beliau, kita bisa mendekati mereka,” harap Syakir. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)