Peran KH Moh Dahlan di Muslimat NU

KUDUS – Wakil sekretaris Pimpinan Wilayah Musliman NU Jawa Tengah Hj Ida Nur Sa’adah mengingatkan lahirnya Muslimat NU tidak bisa lepas dari peran salah satu tokoh NU KH Moh Dahlan (Pasuruan) pada tahun 1940.

Pada waktu itu, KH MOh Dahlan mengusulkan para ibu pendamping ulama dan kiai-kiai NU bisa diwadahi dalam sebuah organisasi milik NU. Pada akhirnya, Muslimat dirintis pada muktamar tahun 1940.

Ia menceritakan pada tahun 69 tahun yang lalu ibu-ibu nyai pendamping Pengurus besar Nahdlatul Ulama belum mendapat tempat yang nyata karena saat itu peran perempuan masih dianggap belum berarti. Namun, KH Moh Dahlan dengan susah payah melobi Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah merumuskan wadah baru kaum ibu-ibu nyai.

“Pada muktamar ke-15 NU di Surabaya tokoh-tokoh NU menerima dengan nama Nahdloetul Oelama Muslimat (NOM). Kemudian disahkan dalam muktamar ke-16 NU di Purwokerto Jawa Tengah lewat sebuah pernyataan, dengan wadah NOM, perempuan-perempuan NU mengabdi untuk bangsa,” imbuhnya.

Saat diproklamirkan di Purwokerto, Hj Chadijah Dahlan memimpin ketua Pengurus Pusat Muslimat NU pertama kali. Bersama suaminya KH Ahmad Dahlan dan KH Abdul Aziz, Hj Hadijah menyusun pertama kali Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (AD/ART) Muslimat NU.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: