Perguruan Tinggi Masih Jadi PR untuk NU

Jepara,
Nahdlatul Ulama (NU) masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sehingga organisasi sosial kemasyarakatan ini tetap eksis di Nusantara maupun di dunia. Pekerjaan rumah ini bisa dirintis dengan pemberdayaan kader melalui pendidikan dan peningkatan kapasitas.

Demikian disampaikan Ketua Yaptinu Jepara H Ali Irfan Muhtar dalam halaqah Pra Konfercab Ke-31 PCNU Jepara “Memperkuat Jamiyyah NU Jepara” di lantai 3 rektorat Unisnu Jepara, Ahad (6/9).

Pada forum yang diadakan atas kerja sama Lakpesdam Jepara, PCNU, dan Unisnu Jepara, Ali Irfan menyebut banyaknya jumlah kader NU tetapi dengan kualitas terbatas. Untuk itu, salah satu yang patut dikerjakan NU ialah lewat jalur pendidikan.

Sementara narasumber lainnya Ketua PCNU Jepara KH Asyhari Syamsuri menegaskan dengan pendidikan formal maupun non formal merupakan upaya untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kader.

“Agar kaderisasi NU tidak putus ribuan alumni, Unisnu harus siap berkhidmah di NU dari jenjang ranting dan seterusnya,” tuturnya.

Kader-kader NU yang ada lanjut dia harus tetap mempertahankan keutuhan NKRI utamanya menjadi pioner terdepan dalam menjaga nasionalisme serta budaya bangsa.

Wakil Rektor 1 Unisnu Jepara Sa’dullah Assaidi sebagai pembicara lain juga menguatkan bahwa kader NU harus memiliki rasa ingin tahu yang kuat serta memperlebar ruang gerak tujuannya agar semakin leluasa dan progresif.

“Harapannya NU tetap menjadi jamiyyah yang besar, dominan dan penentu arah kebijakan dan kebajikan,” harap Sa’dullah yang juga Direktur Pascasarjana Unisnu. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)