Perkemahan Pramuka Santri Tonjolkan Tradisi Pesantren

Banjarmasin, NU Online
Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) diselenggarakan untuk menjaga nasionalisme santri dan menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin. Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen di Banjarmasin, Senin (01/06).

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke-4 diperkirakan akan diikuti lebih dari 5.000 santri se-Indonesia diselenggarakan dari 1 – 7 Juni 2015 di Bumi Perkemahan Agro Wisata Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan. Menag Lukman Hakim Syaifuddin direncanakan membuka acara ini pada Selasa (2/6).

“Kami hendak menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil alamin, yang tawasuth, tasamuh (toleran), i’tidal dan tawazun, kita akan mupuk semangat nasionalisme, cinta akan Tanah Air,” tegas Mohsen seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

Sehubungan itu, Mohsen mengaku bahwa pelaksanaan PPSN kali ini berbeda dengan event pramuka santri sebelumnya. Menurutnya, pada PPSN kali ini ada kekhasan tersendiri, karena lebih menonjolkan kekhasan pondok pesantren. 

“Kegiatan-kegiatan keagamaan yang selama ini identik dengan pesantren, seperti Tahajjud, Qiyamul-lail, dzikir-dzikir, shalat berjama’ah dan ritual-ritual keagamaan Islam lainnya, akan kami tonjolkan,” terang Mohsen.

“Selain itu, semangat keislaman dan nilai-nilai luhur para pendahulu yang mempunyai jiwa kebangsaan dan keagamaan, yang benar-benar menunjukkan corak Nusantara, itu yang akan kami usung,” tambahnya.

Pemecahan rekor

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin menyatakan dalam acara ini akan ada pemecahan rekor MURI. 

“Akan ada pemecahan rekor MURI, untuk melantunkan seni berpantun ala Islam, yang kami sebut dengan Madihin, yang akan dilantunkan oleh sekitar 5 ribu orang,” katanya, Senin.

Selain pemecahan rekor MURI, PPSN juga akan diisi dengan  penanaman 5 ribu lebih pohon, oleh para peserta PPSN, sebagai bentuk kepedulian kita dan para santri terhadap linglungan. 

Menurutnya, event perkemahan ini juga menjadi media dakwah dan syi’ar Islam. Selain identik dengan kitab kuning, ilmu agama, membaca dan menelaah al-Qur’an, para santri juga mempunyai pengetahuan tentang kepanduan, tentang alam, dan lain sebagainya. (mukafi niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: