Pesantren Dorong Para “Tuanku” Sebarkan Islam Damai

Padangpariaman, Setiap Tuanku yang diangkat oleh pondok pesantren di Kabupaten Padang Panjang harus mampu mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin dan Islam damai di daerah ini dan di mana pun mereka berada. Tuanku juga wajib menjaga  marwah ulama, kemana pun pergi harus menutup kepalanya dengan kopiah.

Pimpinan Pesantren Jamiatul Mukminin Sintuak, Kecamatan Sintoga, Kabupaten Padangpariaman Azwar Tuanku Sidi mengungkapkan hal itu saat melantik pengangkatan Tuanku di pesantrennya, Selasa (29/9), di Kecamatan Sintoga, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Tuanku yang diangkat masing-masing Ramadia Tuanku Bandaro Sati dari Singgalang Padangpanjang, Rezi Putra Tuanku Bagindo dari Tiku Kabupaten Agam dan Dinovel Tuanku Bagindo Mudo dari Aripan Solok.

Pengangkatan Tuanku dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Rais Syuriah PCNU Padangpariaman Syahril Tuanku Sutan, Ketua Tanfidziyah PCNU Padangpariaman Masrican, Calon Bupati Padangpariaman Alfikri Mukhlis, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana dan ratusan jamaah Azwar Tuanku Sidi dari berbagai daerah.

“Tuanku yang sudah diangkat ini kembali ke kampung halamannya harus mendirikan shalat berjamaah jika belum terlaksana dengan baik di masjid, surau atau mushalla setempat. Kita menyadari tantangan dan halangan yang akan dihadapi para tuanku memang makin berat. Namun tantangan tersebut harus dihadapi dengan tabah, sabar dan selalu istiqamah,” kata Azwar Tuanku Sidi yang juga Mustasyar  PCNU Padangpariaman.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim menyebutkan, ramainya jamaah yang menghadiri pengangkatan Tuanku ini, menunjukkan ketokohan Azwar Tuanku Sidi sebagai seorang ulama. “Kita bangga dengan apa yang sudah dilakukan Azwar Tuanku Sidi dalam mendidik para calon ulama. Kita pantas memberikan ucapan terima kasih pada Azwar Tuanku Sidi, karena sudah mampu melahirkan ulama di tengah masyarakat. Ke depan para ulama  ini diberikan tempat yang lebih layak dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Muslim Kasim.

Dikatakan, para tuanku tersebut tentu diharapkan mampu menjaga moral umat di tengah masyarakat. Sedangkan pemerintah ke depan bagaimana selalu memperhatikan para imam, katib, labai, pimpinan pesantren dan ulama dapat lebih tingkatkan kesejahteraannya. “Selama menjadi Bupati Padangpariaman dua periode, kita sudah upayakan peningkatan perhatian terhadap imam masjid nagari, katib, labai dan pimpinan pesantren di Kabupaten Padangpariaman,” tambah Muslim Kasim.

Ketua PC GP Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana usai pengangkatan tuanku tersebut, menyebutkan, sangat apresiasi dengan prosesi pengangkatan tuanku ini. Dengan pengangkatan Tuanku ini, berarti bertambah lagi pejuang Islam yang berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah. Mereka selalu mensyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. 

Menurut Zeki Aliwardana, prosesi pengangkatan tuanku ini menjadi kearifan lokal. Yang bagi NU sekarang diwacanakan sebagai Islam Nusantara. “Makanya kita turut aktif dalam pengangkatan tuanku ini. Inilah salah satu perjuangan Gerakan Pemuda Ansor di tengah masyarakat memperkuat kearifan lokal yang sudah menjadi tradisi dan bernilai kebaikan,” tambah Zeki Aliwardana mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: