Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya

Wonosobo, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pondok pesantren siap menampung anak pengungsi Rohingya yang terpisah dari orangtuanya.

“Khusus bagi anak-anak yang terpisah dari orang tuanya atau bahkan orang tuanya sudah meninggal pondok pesantren siap menampung mereka,” katanya di Pondok Pesantren Al Mubarok, Wonosobo, Selasa (26/5).

Ia menuturkan banyak anak yang kehilangan orangtuanya selama berminggu-minggu mereka berada di perahu.

“Anak-anak yatim piatu itu kita didik di pondok pesantren, karena pendidikan itu hak mereka. Khusus untuk anak-anak, karena yang sudah dewasa tentu akan ada penanganan dengan opsi yang berbeda,” katanya.

Pemerintah Indonesia, ia menyatakan, sudah berkomitmen membantu para pengungsi.

“Jadi kebijakan Presiden, pemerintah Indonesia, jelas ketika mereka sudah masuk wilayah Tanah Air maka demi kemanusiaan kita harus menyantuni mereka sebagai pengungsi,” katanya.

“Dalam jangka darurat di depan mata adalah harus mengayomi mereka. Hal itu yang sudah dilakukan di Aceh,” tambah dia.

Badan PBB untuk pengungsi, UNHCR telah mengidentifikasi lebih dari 160 anak-anak telantar berusia di bawah 18 tahun. Beberapa bahkan lebih muda. “Bocah termuda yang kami temui berusia 10 tahun,” ujar Hendrik Therik dari UNHCR Indonesia, seperti dikutip dari situs The Wall Street Journal.

Anak-anak itu diselamatkan oleh para nelayan Aceh setelah perahu yang mereka tumpangi ditinggalkan oleh para awaknya.

Sekitar sepertiga imigran yang berada di Aceh adalah anak-anak. Di penampungan Kuala Cangkoi. lebih dari separuh anak yang diidentifikasi UNHCR terlantar, ujar Therik. Menurutnya lagi, 55 dari 135 anak di Kuala Langsa tanpa pendamping.(antara/mukafi niam) foto Tatan Syuflana/Associated Press

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: