Pesantren Tahfizul Quran, Peristirahatan Terakhir Slamet Effendy

Banyumas, NU Online
Ratusan pelayat menghadiri upacara pemakaman Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Slamet Effendi Yusuf di Desa Lesmana, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis petang.

Dari pantauan Antara di Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, jenazah almarhum H Slamet Effendi Yusuf tiba di kompleks Pondok Pesantren Tahfizul Quran – Islamic Boarding School Al-Azhary pukul 17.30 WIB.

Selanjutnya, jenazah Slamet Effendi Yusuf dibawa masuk ke dalam Masjid Ummi Kulsum untuk disalatkan yang dipimpin imam H. Munawar Kholil, dilanjutkan salat Maghrib secara berjamaah yang dipimpin imam KH Zainur Rohman.

Usai salat Maghrib, keluarga besar H Slamet Effendi Yusuf bersama santri dan warga sekitar pondok pesantren membacakan surat Yasin dan Tahlil sembari menunggu salat Isya.

Meskipun diguyur hujan, pelayat silih berganti mendatangi kompleks Pondok Pesantren Tahfidzul Quran untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum Slamet Effendi Yusuf yang merupakan pengasuh pesantren itu.

Usai salat Isya berjamaah yang dipimpin imam KH Ahmad Sobri, jenazah H Slamet Effendi Yusuf dimakamkan di sisi utara Masjid Ummi Kalsum pada pukul 20.35 WIB yang didahului upacara pemakaman.

Saat ditemui wartawan, adik kandung H Slamet Effendi Yusuf, H. Choirul Fuad Yusuf mengatakan bahwa sebelum meninggal dunia, almarhum pernah berwasiat kepadanya untuk mengembangkan dan melanjutkan perjalanan Pondok Pesantren Tahfizul Quran.

“Tetapi juga melanjutkan gagasan-gagasan beliau termasuk berkiprah dalam kegiatan-kegiatan yang berguna bagi umat atau bangsa,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama itu.

Terkait sosok H Slamet Effendi Yusuf, dia mengatakan bahwa sebagai kakak, almarhum merupakan sosok yang bisa dijadikan teladan karena memiliki cara pandang yang luas dan sikap-sikap akademik maupun politis.

“Walaupun beliau seorang politikus, beliau memiliki sikap akademik. Beliau bisa menerapkan prinsip-prinsip objektivitas dalam pengembangan bangsa,” katanya.

H Slamet Effendi Yusuf yang juga anggota Lembaga Pengkajian MPR RI meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (2/12) malam usai menjalankan tugas di kota itu.

Jenazah Slamet Effendi Yusuf selanjutnya disemayamkan di rumah duka, Citra Grand Blok H Nomor 4, Casttil Garden Cibubur, Kabupaten Bogor, Jabar, sebelum dibawa ke kampung halamannya, Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jateng, untuk dimakamkan.

Almarhum Slamet Effendi Yusuf sebelumnya pernah lama berkecimpung di dunia politik sebagai kader dan pengurus Partai Golkar.

Dia pernah menjabat anggota MPR-RI periode 1988-1993 dan anggota DPR-RI periode 1992-2009 dari Partai Golkar.

Selain itu, Slamet juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar dan sempat pula menjabat Ketua PBNU periode 2010-2015 serta Ketua MUI pada periode 2009-2014, Wakil Ketum MUI (2015). (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)