Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi

Sleman, Pesantren Wahid Hasyim yang terletak di Jalan Wahid Hasyim No. 3, Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, menggelar peringatan Haul ke-XVI KH Abdul Hadi As-Syafi’i, Jum’at malam (30/5).  KH Abdul Hadi As-Syafi’I merupakan sang pendiri Pesantren Wahid Hasyim tahun 1977 M. 

Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara, Rais Syuriah PWNU DIY, KH Asy’ari Abta. Dalam kesempatan tersebut, KH. Asy’ari Abta menceritakan kisah yang pernah diungkapkan oleh KH Ali Maksum. 

“Ada orang sebut saja namanya fulan. Fulan ini kalau suka terhadap seseorang itu suka sekali, ada juga yang disukai kalau butuh saja, dan ada juga yang sangat dibenci. Suatu saat, fulan ini ditangkap polisi. Dia lalu datang kepada orang yang paling disukai untuk meminta pertolongan. Tapi ternyata orang tersebut tidak bisa menolongnya,” ujar Kiai Asy’ari. 

Setelah itu, lanjut Kiai Asy’ari, Fulan meminta tolong pada orang yang disukai kalau pas butuh saja. Orang itu pun tidak bisa menolong si Fulan. Dengan terpaksa, si Fulan meminta pertolongan kepada orang yang dibencinya. Dan di luar dugaan, orang yang dibenci tersebut, malah siap memberikan pertolongan. 

“Sebenarnya, polisi dalam cerita tersebut ya malaikat. Sedangkan ketiga tipe orang tersebut merupakan gambaran dari harta, tetangga dan amal jariah. Ketika orang sudah meninggal, harta tidak akan mampu menolong. Begitu juga dengan tetangga. Hanya amal jariyah-lah yang mampu menolong,” jelas Kiai Asy’ari. 

Ketika orang meninggal, lanjut Kiai Asy’ari, hanya ada tiga hal yang pahalanya tidak pernah putus, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih. Dan Insya’allah KH Abdul Hadi As-Syafi’I memiliki ketiga-tiganya. 

Di akhir pembicaraan, Kiai Asy’ari berpesan kepada para hadirin agar mempersiapkan putra-putri yang shalih sebagai bekal ketika sudah meninggal nanti. (Nur Rokhim/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: