PMII Kebumen Gelar Sekolah Aswaja

Kebumen, Dalam rangka pengembangan kualitas intelektual kader, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Kebumen menggelar Sekolah Aswaja di Gedung PCNU Kebumen (24-27/12). Sedikitnya ada 50 kader PMII yang mengikuti kegiatan ini. Juga ada utusan kader dari pelbagai wilayah seperti dari Baubau (Sulawesi tenggara), Ponorogo, Jember, Brebes, Ciamis, Bekasi, Yogyakarta, Magelang, Purworejo, Wonosobo, Cilacap, dan Pekalongan.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Solichun mengatakan, Sekolah Aswaja merupakan bukti bahwa PMII tidak meninggalkan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah yang dianut Nahdlatul Ulama. Cara pandang berislam yang tidak anti-budaya budaya dan tradisi yang disebut Islam Nusantara.

“Dengan pendidikan Sekolah Aswaja ini akan menambah landasan penguatan dalam berpikir dan bertindak para kader,” katanya.

Bagaimanapun juga, Solichun menambahkan, di dalam tubuh PMII, Aswaja tidak hanya dimaknai sebagai manhajul fikr (kerangka berpikir) tetapi juga sebagai manhajul harokah (landasan bergerak). PMII membentuk para kadernya sebagai orang yang tidak saja mampu berpikir dalam tataran konsep namun bertindak juga.

“Di aswaja sendiri, terdapat nilai-nilai mulia dalam bertindak yang berprinsip dasar tawasut, tasamuh, tawazun, ta’adul, dan amal makhruf nahi mungkar,” tambahnya.

Oleh sebab itu, dari hasil sekolah aswaja ini, Solichun mengatakan, usai penutupan kegiatan peserta sekolah aswaja memberikan kesimpulan untuk menolak keberadaan kelompok ekstrim. Dari berbagai literatur serta kajian saat pelatihan, kelompok ekstrim bertentangan dengan ideologi Islam itu sndiri.

“Islam itu rahmatan lil alamin, yang hadir tidak untuk satu kelompok Islam saja, melainkan seluruh dunia,” pungkas Solichun yang juga mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen. (Afif Samani/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)