PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Gresik,
Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) memberikan santunan kepada panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas Kota Baru Driyorejo Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

“Kami mengajak kepada sahabat-sahabati serta pengurus PK PMII Lintang Songo Unusida untuk bersosial dan mengajarkan solidaritas sebagai tanggung jawabnya. Selain itu, mengimplementasikan dan mengaplikasikan salah satu nilai dasar pergerakan yakni Hablum Minannas (hubungan sesama manusia),” kata ketua PK PMII Lintang Songo Unusida Moch Zakariya Dimas Prata, Sabtu (19/12).

Melalui santunan itu diharapkan dapat membentuk kader- kader yang memiliki rasa solidaritas dan loyalitas untuk bergerak dalam hal sosial. Bukan hanya sebagai mahasiswa atau kader hedonis (hanya penggembira saja), namun bisa menjadi kader yang ideologis dan bisa mempertanggung jawabkan tugas sosial nya.

“Terutama peduli dengan masyarakat sekitar yang lebih membutuhkan uluran tangan kita. Karena kami adalah uluran tangan dan penyambung lidah masyarakat,” imbuh Dimas.

Sementara itu ketua yayasan panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas, Machmudi berharap kepada generasi muda agar bisa selalu aktif pada dunia sosial. Karena sebagian besar anak sekarang hanya apatis akan sosial. Padahal hidup bersosial itu penting.

Machmudi menjelaskan, di panti asuhannya memiliki 96 anak asuh yatim, piatu dan dhuafa. Pihaknya menaruh harapan besar agar para anak asuhnya bisa terfasilitasi penuh. Ia juga mengharapkan uluran tangan dari masyarakat dengan ikhlas untuk perkembangan panti asuhannya. Pasalnya, saat ini panti tersebut masih mempunyai bangunan kecil yang tak cukup dibuat tidur oleh para anak yatim.

“Di sini bukan hanya membantu secara pendananaan saja, melainkan pembentukan skill dan prestasi anak-anak. Beberapa prestasi yang pernah diperoleh anak kami diantaranya pernah menjadi 10 besar pidato bahasa Inggris tingkat Nasional, harapan olimpiade Matematika,” jelas Machmudi.

Ia menambahkan, salah satu anak telah menjadi penulis dan telah menerbitkan satu novel yang berjudul One Quantum. Novel itu diterbitkan di Jogjakarta dan sudah beredar dibeberapa toko buku.

Panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas 7.2 No.19 Jl. Penca Warna II B / U.19 itu memiliki visi membentuk anak-anak yang bertaqwa, beriman, intelektual dan siap bersaing. Di panti itu sendiri mempunyai kegiatan ekstra antara lain pencak silat dan pernah beberapa kali menyabet juara umum di tingkat kabupaten. Tak hanya itu saja, beberapa anak asuh nya juga berhasil membawa prestasi medali di tingkat Jawa Timur hingga se-Jawa Bali. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: