PMII Magelang Ajak Masyarakat Pilih Pemimpin Antikorupsi

Magelang, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Magelang mengajak segenap elemen masyarakat untuk menggalakkan budaya hidup antikorupsi dan mendesak penegak hukum memberi sanksi seberat-beratnya kepada para pelaku korupsi dan pengedar narkoba.

Demikian disampaikan PC PMII Magelang dalam sebuah aksi damai peringatan hari Sumpah Pemuda yang jatuh 28 Oktober di seputar alun alun Kota Magelang,  Rabu (28/10) siang. PMII Magelang juga mendesak aparat menindak tegas pelaku pembalak liar dan pembakar hutan yang sampai hari ini tidak kunjung selesai dan menolak masuknya paham ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Koordinator aksi, Ahmad Burhanur Roif berpendapat, korupsi yang telah mendarah daging di negeri ini harus diberantas, terlebih dengan akan digelarnya Pilkada serentak pertama kali di Indonesia, termasuk Kota Magelang di dalamnya.

“Saya mengajak masyarakat dan generasi muda untuk memilih pemimpin yang punya visi misi jelas, yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi untuk membangun Kota Magelang yang lebih maju lagi,” dalam orasinya.

Dengan mengusung tema “Meneguhkan Kembali Semangat Sumpah Pemuda untuk Jati Diri Bangsa” puluhan mahasiswa melakukan long march dengan membentangkan spanduk serta membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan di sekitar alun alun. Dalam aksi simpatik dipusatkan di titik nol Kota Magelang itu, mereka dengan kompak menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu-lagu perjuangan serta yel-yel pergerakan.

Roif   menuturkan, sumpah pemuda merupakan tonggak sejarah bagaimana bangsa Indonesia memiliki kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan. “Kita akan lawan setiap upaya pemecah belah persatuan bangsa, semangat dari semboyan Bhineka Tunggal Ika harus kita kobarkan, jangan sampai generasi muda kita menjadi generasi yang lebay yang tidak memilki rasa nasionalisme,” katanya.

Ketua PC PMII Magelang Najib Aulia Zaman berharap aksi ini dapat menggugah semangat untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme masyarakat, khususnya para generasi muda yang saat ini mulai terkikis disebabkan pengaruh budaya asing. (Ahsan Fauzi/Mahbib)
 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: