PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK

Solo, Spanduk dan poster menjadi media untuk menyampaikan pesan, dalam aksi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Solo, Jawa Tengah, di depan pintu masuk utama Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (28/10).

Tulisan pada spanduk dan poster tersebut, kebanyakan berisi tentang kritikan untuk pemerintahan Jokowi-JK dan berbagai fenomena sosial-politik yang terjadi belakangan ini, seperti Politik untuk kepentingan rakyat, aparat jangan bertindak keparat, apa kabar toleransi dan #kabut asap quota vadis Mr. President.

Dalam orasinya, Ketua PC PMII Solo, Ahmad Rodif Hafidz mengatakan pemerintah layak mendapat rapor merah. Ini berdasar karena selama satu tahun pemerintahannya, Jokowi-JK belum mampu merealisasikan program Nawacitanya.

“Sungguh proyek Nawacita hanya isapan jempol belaka. Terbukti dengan korupsi yang kian merajalela, ekonomi yang tidak stabil, kesejahteraan hidup kecil yang masih jauh dari harapan, kegaduhan politik, kedaulatan pangan hanya dijadikan jargon, dan supremasi hukum yang masih disimpan di balik ketiak para penguasa dan mafia,” tegasnya.

Dalam aksi memperingati Sumpah Pemuda tersebut, para kader PMII juga melakukan teatrikal tarik menarik yang diperagakan oleh lima orang mahasiswa. Dua orang mahasiswa berperan sebagai Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sementara tiga orang mahasiswa lainnya berperan sebagai rakyat, Tiongkok dan Amerika Serikat. Mereka saling menginginkan kedua pemimpin negara itu.

“Ini menggambarkan bahwa Jokowi-JK berada di genggaman asing. Bukannya peduli sama rakyatnya, justru mementingkan kepentingan asing seperti pergi ke Amerika,” kata Rodif. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: