PMII Tuntut Perbaiki Pengelolaan Ibadah Haji

Jakarta, NU Online
Dua kali terjadi tragedi kecelakaan saat pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Setelah jatuhnya Crane di masjidil haram, tragedi Mina menyusul dengan korban jiwa lebih banyak. Hingga saat ini sudah tercatat lebih dari 400 orang jama’ah haji meninggal.

Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)melalui Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik Ahmad Miftahul Karomah mengatakan, dua tragedi tersebut menunjukan buruknya manajemen pengelolaan haji di Arab Saudi.

“Oleh karena itu, PB PMII menuntut perbaikan pengelolaan haji,” katanya melalui siaran pers 25 September 2015.

Dalam hal ini, PMII meminta kepada pemerintah Indonesia untuk segara meminta perbaikan pengelolaan haji kepada pemerintah Arab Saudi. Sebagai negara dengan jumlah jama’ah haji terbesar, sangat wajar bahkan harus menuntut perbaikan itu.

PMII merekomendasikan beberapa hal untuk perbaikan pengelolaan haji. Pertama, pengelolaan haji harus melibatkan semua negara yang turut mengirimkan jama’ahnya, keselamatan jama’ah haji sangat diutamakan.

Kedua, sebagai negara dengan jumlah jama’ah terbesar, Indonesia harus terlibat dalam pengelolaan manajemen haji, Indonesia sangat wajar meminta hal ini. Ketiga, agar ada tim pengelola haji independent, yang didalamnya berisi negara Islam dan pengirim jama’ah haji.

Kami kira ketiga hal itu dapat menjadi langkah perbaikan pengelolaan haji yang amburadul. Selama ini memang selalu terjadi masalah pada setiap pelaksanaan ibadah haji. Dua tragedi besar tahun ini, harus menjadi instropeksi dan titik tolak perbaikan pengelolaan haji. (Red: Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: