PMII UPN Veteran Jatim Gelar Pelatihan Jurnalistik

Surabaya, Guna mencetak pewarta muda yang profesional, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Bela Negara UPN “Veteran” Jatim menggelar pelatihan Jurnalistik. Setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta mengetahui dasar-dasar jurnalistik dan teknik menulis berita.

Ketua PMII Komisariat UPN, Shiddiqurahman mengatakan, derasnya era globalisasi membawa konsekuensi logis dengan semakin menjamurnya media online, cetak, dan televisi. Untuk itu, PMII setidaknya dapat melahirkan kader yang memiliki keterampilan menulis.

“Ini kebutuhan zaman, apalagi sebagai seorang mahasiswa keterampilan menulis adalah sebuah keharusan. Kami ingin semua kader bisa menulis, baik dalam bentuk berita, artikel, maupun puisi,” terangnya saat ditemui usai acara di Bascamp PMII UPN, Rabu (25/11) 

Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat ini pihaknya telah membuat media yang cukup representatif sebagai sarana belajar menulis yakni website. Media tersebut juga menjadi corong informasi bagi internal kader maupun dunia luar yang ingin mengetahui aktivitas PMII UPN. “Website akan diisi oleh para kader. Ke depan kita upayakan membuat media cetak seperti buletin,” tegasnya.

Sementara itu, Jurnalis Kominfo Jatim, Lukman Hakim yang diundang sebagai narasumber menuturkan, untuk melatih kemampuan menulis, maka membaca dan diskusi sudah harus menjadi kebiasaan. Artinya, antara membaca, diskusi dan menulis merupakan aktivitas yang saling berkaitan dan menunjang satu sama lain.

“Input informasi itu diperoleh dari membaca, baik membaca Koran, realitas maupun fenomena. Sementara diskusi itu semakin mematangkan hasil bacaan. Setelah matang dicurahkan dalam bentuk tulisan,” terang Lukman yang juga Mahasiswa Pascasarjana Komunikasi Islam UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Diungkapkannya, kemampuan menulis bukan ditentukan oleh bakat, namun lebih banyak dipengaruhi oleh konsistensi latihan. Maka tidak ada alasan bagi siapapun yang ingin belajar menulis karena pada hakikatnya semua orang dapat menulis dengan baik. 

Acara yang diikuti sebanyak 30 kader ini terdiri dari mahasiswa semester 1 dan 3. Rencananya pelatihan jurnalistik akan menjadi kegiatan rutin tiap minggunya. (Yusuf Efendi/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: