PW Ansor Jateng Soroti Tren Ngafe di Rembang

Rembang, NU Online
Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah meminta kader GP Ansor di Rembang untuk merespons atas banyaknya korban dari kalangan masyarakat atas keberadaan kafe yang dilengkapi dengan pemandu karaokenya. Selain sisi positif, pihak GP Ansor Jateng melihat kehadiran kafe mengubah kesederhanaan masyarakat untuk kemudian memaksakan diri untuk ngafe.

Demikian disampaikan oleh salah seorang pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah H Sumarsono Sugeng saat memberikan sambutan pada Konferancab PAC GP Ansor Kaliori, Ahad (23/8).

Ia menjelaskan, budaya ngopi di warung kopi sekarang sudah menjadi kebanggan. Hal itu yang menjadikan ngopi dan duduk di warung kopi sudah menjadi tradisi bukan hanya orang dewasa tetapi juga kaula muda meski mereka masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

“Saya pernah melakukan penelitian mengenai makin maraknya warung kopi yang dilengkapi dengan pemandu karaoke. Mereka belum bangga kalau belum masuk warung kopi. Bersama sejumlah tim khusus menemukan fakta di lapangan, jika hampir keberadaan cafe disalahgunakan sebagai ajang prostitusi terselubung.”

Berdasarkan penilitiannya, Sumarsono mendapati sejumlah permasalahan yang terjadi pada rumah tangga mereka. Di mana banyak suami-istri bertengkar karena suami menghamburkan uang di warung kopi, padahal pendapatan mereka tidak sebanding dengan apa yang dibelanjakan di kafe.

“Kita bersama tim sudah menemukan fakta di lapangan suami istri bertengkar karena warung kopi. Padahal pendapatan mereka hanya kisaran Rp 60.000. Tetapi dalam satu malam mereka mengeluarkan uang antara seratus hingga seratus lima puluh ribu, itu baru satu malam. Bagaimana jika seminggu?”

Sumarsono mengaku pernah menyampaikan hal ini pada masa pemerintahan Bupati Rembang Moch Salim yang kini mendekam di sel tahanan Sragen akibat kasus korupsi. Menurutnya, bupati tidak memberikan tanggapan mengenai hal ini. Bupati hanya sekadar janji.

Dalam kesempatan itu ia mengajak semua kader GP Ansor di Rembang untuk segera memberikan sikap sebelum banyak para pelajar yang menjadi korban moral warung kopi. (Ahmad Asmu’i/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)