PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi

Bandung, Jelang Muktamar ke-33 NU 1-5 Agustus 2015 mendatang, wacana muktamar semakin penuh dinamika. Setelah Musyawarah Nasional di Jakarta 14 Juni 2015 lalu menghasilkan model pemilihan Rais Aam Syuriyah dan Ketua Umum Tanfidziah, juga beberapa rekomendasi organisasi lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, Dr KH Eman Suryaman menilai, bahwa isu-isu negatif tidak perlu terjadi di NU. Menurutnya, konsentrasi para pengurus NU baik dari cabang maupun pusat seyogyanya lebih difokuskan untuk berpikir tentang pembangunan organisasi.

“Saya kira penyebaran isu-isu negatif jelang muktamar tidak perlu muncul. Ini adalah Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi yang kulturnya dibangung dari adab, akhlak, dan tujuannya untuk membangun peradaban,” ujarnya di Kantor PWNU Jawa Barat, Rabu (24/6).

Selain tidak etis, tambahnya, juga tidak produktif bagi sebuah pengembangan organisasi.  Warga dan pengurus NU jangan larut urusan isu-isu tersebut karena itu tidak produktif.

Dalam pandangan Eman, energi pengurus dan warga NU dalam muktamar tahun ini harus dicurahkan untuk kepentingan umat, bangsa, dan dari organisasi NU.

“Isu ekonomi kerakyatan, pengembangan koperasi pesantren, memajukan himpunan pengusaha NU, kaderisasi di masing-masing badan otomon, dan juga kreativitas pemikiran dalam diskursus keislaman dan keindonesian adalah hal yang lebih utama ketimbang sekadar urusan siapa yang jadi pemimpin,” terangnya.

Menurut Eman, sebuah organisasi jangan terjebak sekadar berpikir siapa yang akan jadi ketua dan siapa sekretarisnya. Ini pasti akan dapat, dan pasti akan terealisasi karena memang agenda muktamar. 

“Tetapi muktamar bukan sekedar urusan memilih ketua umum, melainkan juga mengurus banyak rekomendasi yang sifatnya amanah dan maslahat umat,” tandasnya. (Yus Makmun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: