Rais PCNU Kudus Baiat 150 Anggota Baru Banser

Kudus, Setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kudus selama tiga hari, 150 peserta resmi dibaiat menjadi anggota baru. Pembaiatan dilakukan langsung oleh Rais PCNU Kudus KH Mohammad Ulil Albab di area Perkebunan Madrasah Aliyah Yanbu’ul Qur’an Desa Menawan Gebog Kudus, Ahad (4/10) malam.

Sebelum membaiat, KH Ulil memberikan pertanyaan adakah unsur paksaan mereka masuk anggota Banser. Secara serentak dangan tegas, para anggota Banser dari 9 kecamatan di Kudus ini menjawab,”tidak!”.

Kemudian diawali bacaan syahadat, Kiai yang sering disapa Gus Bab ini mengucapkan isi baiat yang diikuti semua anggota Banser. Dalam baiatnya, para anggota berjanji akan menjalankan perintah kewajiban Allah dan Rasul-Nya, mengisi kemerdekaan NKRI tanpa pamrih dan mengamalkan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen, berjuang mengembangkan ajaran Islam Aswaja.

“Kami berjanji senantiasa setia tugas organisasi Ansor dan Banser secara ikhlas, konsekuen dan bertanggung jawab. Senantiasa tunduk dan patuh kepada pimpinan dan memegang tegas kedisiplinan,” ucap Gus Bab yang diikuti para anggota baru Banser Kudus ini.

Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kudus Wawan Awaludin mengatakan, pembaiatan ini sebagai tradisi ritual bagi calon anggota baru Banser. Tetapi sebelumnya, mereka harus mendapat pelatihan, pendadaran dan gemblengan terlebih dahulu dalam pendidikan dan latihan Dasar (diklatsa).

“Setelah resmi mereka wajib mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Banser baik dalam pengabdian kepada masyarakat maupun aktivitas rutin,” ujarnya.

Setelah dibaiat, Ia mengharapkan anggota banser ini mematuhi semua yang telah diucapkan dihadapan Rais PCNU Kudus ini. “Mereka semua harus taat semua aturan dan mempertahankan agama nusa dan bangsa. Yang utama menjaga ulama, NU, dan NKRI,” tandasnya.

Kegiatan Diklatsar satkorcab Banser ini diadakan dalam dua tahapan dalam waktu dan tempat berbeda. Pada materi wawasan ke NU-an dan bela negara berlangsung di Gedung NU Kecamatan Kaliwung selama dua, Sabtu-Ahad (26-27/9) lalu.

Kemudian Ahad (4/10) kemarin, materi bela diri dari Pagar Nusa dan pemantapan sekaligus di Balai Desa Gondosari. Acara diakhiri pembaitan  yang dilanjutkan penciuman Bendera Merah putih dan NU sebagai simbol cinta NKRI dan Ulama di area perkebunan Madrasah Aliyah Yanbu’ul Qur’an Desa Menawan Gebog Kudus. (Qomarul Adib/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: