Rais Suriyah MWCNU Wafat, Bupati Jepara Berbela Sungkawa

Jepara, KH Miftah Abu, Rais Syuriah MWCNU Pecangaan meninggal dunia, di RSUD Kartini Jepara, Sabtu (03/10) kemarin. Wafatnya tokoh NU Jepara mendapat ucapan bela sungkawa dari banyak kalangan, utamanya bupati Jepara.

Dalam sambutannya mewakili pemerintah daerah, Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi merasa kehilangan salah satu keping dari Jepara. “Ujian agung yang diturunkan kepada kita harus kita hadapi dengan sabar,” katanya kepada ribuan pentakziyah yang memadati rumah duka di Karangrandu, Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, Ahad (04/10) pagi.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, ia berharap agar estafet perjuangan diteruskan oleh anak-anaknya. KH Makmun Abdullah Hadziq mewakili shahibul musibah menambahkan, sosok Kiai Miftah bagi dia merupakan suri tauladan yang hanya memikirkan umat.

Pada Muktamar NU di Jombang ke 33 lalu, meski usianya sudah sepuh namun almarhum masih mengikuti kegiatan lima tahunan NU ini.  “Kiai Miftah perlu kita contoh. Momen itu merupakan napak tilas perjuangan beliau. Beliau adalah pejuang yang ikhlas,” tutur pengasuh pesantren Balekambang Jepara.

Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Samsuri menyebut A’wan Rais Syuriah PCNU Jepara ini sosok yang ikhlas, merakyat dan qanaah. “Dengan kembalinya almarhum keharibaan Allah merupakan duka bagi warga NU Jepara,” paparnya.

Kiai Asyhari berharap NU sanggup untuk meneruskan perjuangan-perjuangannya. Sedangkan KH Kamil Ahmad, Rais Syuriah PCNU Jepara mengharapkan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dalam menghadapi musibah.  KH Miftah Abu meninggal dalam usia 75 tahun. Meninggalkan 1 istri Maslihah dan 5 anak Ahmad Sahil, Yusrotun, M. Sahal, Anas Maimun dan Anizah. Almarhum dikebumikan di maqbarah belakang masjid Baiturrahim Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Foto: KH Miftah Abu, Rais Syuriah MWCNU PecangaanKH Miftah Abu, Rais Syuriah MWCNU Pecangaan

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: